Kisah Pilu Iskandar Diusir Istri karena Berkaki Satu

Kamis, 16 Mei 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iskandar (64) penyandang cacat yang  membutuhkan kaki palsu untuk bisa bekerja kembali sehingga diriinya bisa tetap bertahan hidup

Iskandar (64) penyandang cacat yang membutuhkan kaki palsu untuk bisa bekerja kembali sehingga diriinya bisa tetap bertahan hidup

KanalBekasi.com – Kisah getir dan pahitnya pengalaman hidup sering kita jumpai di tengah kehidupan masyarakat. Seperti yang dialami seorang warga Kampung Buaran, Harapan Mulya, Medan Satria, Kota Bekasi, bernama Iskandar (64), yang harus menerima pahitnya kehidupan dalam berumah tangga.

Dia harus rela kehilangan pekerjaan akibat penyakit diabetes yang mengharuskan kakinya diamputasi, hingga dicampakkan oleh istri dan anaknya.

“Jadi karena diabetes akhirnya diamputasi kaki kiri saya. Itu tahun 2018. Saat itu, status saya masih punya istri. Tapi selepas sakit udah gak ada perhatiannya, sampai gak ditengokin lagi. Udah ngerawat anak juga dari kecil, tapi udah besar malah saya dibiarin,” katanya lirih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Ciri Khas Corak Batik Bekasi Diciptakan Penyandang Disabilitas

Dia menceritakan, awalnya semua baik-baik saja, sampai akhirnya ia tidaak lagi bekerja di bidang bangunan salah satu perusahaan swasta. Namun semua aktivitas itu berhenti sejak tahun 2013, ketika penyakit menahun yang dialami mengharuskan dirinya untuk tidak lagi bekerja karena keterbatasan fisiknya.

Iskandar mengaku tak mengetahui pasti penyebab dirinya diusir selepas sakit pada tahun 2018 lalu. Teman sekaligus tetangga di tempat tinggalnya yang lama bersedia menampung. Kurang lebih sudah delapan bulan Iskandar tidak menempati rumahnya terdahulu.

“Barang-barang saya sampai dibuang. Akhirnya saya bawa semuanya ke sini. Itu mungkin jadi cobaan saya, saya cuman bisa istigfar. Kalau udah kejadian ini, mau gak mau, harus dijalanin lah,” lanjut Iskandar mengisahkan bilur-bilur perjalanan hidupnya.

Setelah diusir oleh istrinya, kini Iskandar tinggal di rumah hasil meminjam dari temannya di Jalan Palem 1, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dia hanya mengandalkan pendapatan dari lahan sewa parkiran.

“Itu tidak cukup memenuhi kebutuhannya sehari-hari sehingga terkadang masih menerima bantuan dari tetangga. Supaya berpenghasilan yang cukup layak, setidaknya butuh usaha lebih. Maka saya berharap mendapatkan kaki palsu”, seloroh Iskandar berharap ada yang bersedia membelikannya kaki palsu.

Ia mengaku, untuk mendapatkan kaki palsu membutuhkan biaya jutaan rupiah. Dia pun pernah mencoba meminta bantuan pada Pemerintah Kota Bekasi agar mendapatkan bantuan berupa kaki palsu menggunakan Kartu Sehat (KS) berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) namun sampai saat ini belum mendapatkannya, meskipun petugas Pemantauan dan Monitoring (Pamor) telah melakukan pendataan dirinya.

“Dulu kalau berobat kontrol pakai KS (Kartu Sehat). Tapi ketika saya bilang mau kaki palsu, malah saya diomelin”, ucap Iskandar menyampaikan kekecewaannya.

Andaikan ada cara lain mendapatkan kaki itu, Iskandar sangat berterimkasih. Atas kisahnya tersebut.

Ia pun sangat berharap kepada siapa saja yang ingin membantunya memiliki kaki palsu, agar bisa melakukan pekerjaan seperti sedia kala tanpa harus membebani orang lain.

“Biar aktivitas lancar dan gak ngerepotin orang, kan gak punya duit, kalau ada kaki enak bisa kemana-mana. Mungkin kalau udah ada kaki bisa usaha, atau bantu-bantu orang,” tutup Iskandar yang sampai saat ini masih mengharapkan uluran tangan pemerintah dan para darmawan.(ael)

Berita Terkait

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Pengangkatan Kepsek Definitif, Kadisdik Masih Berstatus ‘Sementara’
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:07 WIB

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 18:07 WIB

Pengangkatan Kepsek Definitif, Kadisdik Masih Berstatus ‘Sementara’

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB