KanalBekasi.com – PT Jasa Marga terhitung tanggal 23 Mei 2019 akan merelokasi Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama yang terletak di KM 29 Jalan Tol Jakarta-Cikampek ke KM 67 GT Kalihurip. Dengan adanya relokasi tersebut diharapkan akan mengurai kendaraan dari/menuju timur Cikopo-Palimanan (Cipali) dan kendaraan yang menuju selatan Purwakarta-Bandung-Cileunyi ( Purbaleunyi)
General Manager (GM) Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Raddy R. Lukman, menyatakan pembangunan pier Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) di GT Cikarang Utama berdampak pada berkurangnya kapasitas transaksi.
Baca Juga: Kelancaran Jalur Mudik, Pekerjaan di Tol Japek Dihentikan H-10 dan H+10
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dampak pembangunan tersebut menutup enam gardu transaksi di GT Cikarang utama, tentunya akan menambah padat apalagi di periode mudik nanti,” kata Raddy, Sabtu (18/5)
Perhitungan lainnya, sambung Raddy, dampak tersambungnya Jalan Tol Trans Jawa menyebabkan arus lalu lintas saat periode mudik dan balik Lebaran 2019 di Jalan Tol Jakarta-Cikampek diprediksi meningkat 15% dibandingkan periode sama tahun lalu sehingga kapasitas GT Cikarang Utama saat ini tidak mampu menampung volume kendaraan tersebut.
“Tersambungnya jalan tol transjawa diprediksi jadi pilihan pemudik, ditambah masih mahalnya harga tiket pesawat, jadi kita prediksi akan ada peningkatan 15 %,” terangnya
Berdasarkan prediksi Kemenhub, jumlah pemudik yang menggunakan sarana transportasi umum pada Lebaran 2019 mencapai 22,83 juta penumpang. Jumlah itu naik 4,14 persen dibanding Lebaran 2018.
Pada lebaran tahun ini, moda transportasi yang mengalami kenaikan jumlah pengguna paling besar adalah bus, yakni 4,68 juta penumpang, kereta api 6,45 juta penumpang, kapal laut 1,08 juta penumpang, dan pesawat 5,78 juta penumpang. Sedangkan jumlah mobil pribadi yang dipakai pemudik diprediksi sebanyak.(sgr)






































