Jabar Darurat Narkoba, 646 Ribu Orang jadi Pengguna

Rabu, 17 Juli 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BNN merilis Peredaran kurir narkoba terbanyak di wilayah tangerang dan Bekasi

BNN merilis Peredaran kurir narkoba terbanyak di wilayah tangerang dan Bekasi

KanalBekasi.com – Jawa Barat merupakan Provinsi dengan pengguna narkotika terbanyak di Indonesia. Kementerian Sosial RI (Kemensos) mengatakan Jabar menduduki peringkat pertama prevelensi penggunaan narkoba sebanyak 646 ribu.

Kepala BNN Jabar Brigjen Pol Sufyan Syarif mengatakan pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang di Jabar saat ini sebagian besar adalah usia produktif antara 15 hingga 60 tahun. Hal itu diungkapkan

“Terbanyak usia produktif anatara 15 sampai 60 tahun, sementara usia produktif (millenial)  paling banyak yaitu antara usia 15 sampai 25 itu paling banyak” kata Sufyan, Rabu (17/7)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: 38 Kabupaten dan Kota Tidak Tanggap Narkoba

Sufyan juga menjelaskan di seluruh Indonesia kurang lebih 3 juta pengguna, dengan  1800 orang sudah direhab. Untuk rehabilitasi bagi pengguna ada 2 prosedur dengan datang lengsung ke tempat rehabilitasi atau lewat prosedur dikepolisian bila sedang diproses hukum di kepolisian

“Dan kami tegaskan semua prosedur rehabilitasi gratis,” imbuhnya

Lebih lanjut, Sufyan menegaskan usia produktif mudah terpapar karena jiwanya masih labil dan mudah terpengaruh. Ditambah pengaruh lingkungan yang kuat serta kurangnya perhatian orang tua

“Usia 15 sampai 25 yang masih mencari jati diri masih mencari kedewasaan biasanya itu mudah terpengaruh oleh narkoba” paparnya.

Sufyan menambahkan di dunia kini terdapat kurang lebih terdapat 800 jenis narkotika baru. Sementara itu Indonesia baru terdaftar narkotika baru itu 74

“Para sindikat itu akan bergerak terus dengan memasukkan jenis-jenis baru termasuk  pembuatannya, disinyalir Indonesia memiliki tekhknologi kimia dan teknologi lain-lainnya para sindikat itu memilikinya” ujarnya.  (sgr)

Berita Terkait

Kemenkes Resmi Atur Kandungan Gula, Garam, dan Lemak pada Minuman Kemasan
PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Kemenkes Resmi Atur Kandungan Gula, Garam, dan Lemak pada Minuman Kemasan

Sabtu, 18 April 2026 - 22:07 WIB

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB