Teroris JAD Bekasi Terima Kiriman Dana Operasional dari Luar Negeri

Rabu, 24 Juli 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penggerebekan teroris.(ilustrasi)

Penggerebekan teroris.(ilustrasi)

KanalBekasi.com – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan polisi berhasil membongkar aliran dana kelompok Jamah Ansaruth Daulah (JAD) dari luar negeri.

Aliran dana yang dikirim kelompok JAD diyakini untuk mendukung operasional kelompok tersebut. Polisi mendeteksi adanya aliran dana dari lima negara egara yang ditujukan untuk mendanai kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Baca Juga: Teroris JI Susun Kekuatan dari Bekasi, Jabar Jadi Basis Terkuat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dana tersebut dikirim kepada teroris Saefulah dan anggota JAD Sumatera Barat (Sumbar) Novendri.

“Saefulah ini menerima beberapa kiriman dana seperti dari negara Trinidad Tobago sebanyak 6 kali, Maldives 2 kali, Venezuela 1 kali, Jerman 2 kali, dan Malaysia 1 kali. Uangnya diteruskan Novendri untuk dialirkan ke kelompok JAD dan MIT,” kata Dedi, Rabu (24/7)

Total dana yang diterima dari jaringan teroris luar negeri sebesar Rp 413.169.857. Uang tersebut dikirim sejak Maret 2016 hingga September 2017 lewat Western Union.

Dedi menjelaskan, pengirim dari Trinidad Tobago bernama Yahya Abdal Karim, Fawaaz Ali, Keberina Deonarine, Ricky Mohammed, Ian Marvin Bailey, dan Furkan Cinar. Sementara pengirim dari Maldives bernama Ahmed Afrah dan Muslih Ali.

“Pedro Manuel Moralez Mendoza dari Venezuela, Mehboob Suliman, dan Simouh Ilyaas dari Jerman serta Jonius Ondie Jahali dari Malaysia,” tambahnya

Saat ini Saefulah masih berstatus buron Densus 88 Antiteror. Sementara Novendri ditangkap di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (18/7) lalu.

Saefulah, sambung Dedi, diketahui pernah mengatur perjalanan untuk kelompok Muhammad Aulia ke Khurasan. Namun, kelompok itu dideportasi di Bangkok pada 13 Juni 2019 dan kemudian ditangkap oleh tim Densus 88 Antiteror di Bandara Kuala Namu.

Dari kelompok itu, polisi masih memburu Abu Saidah yang merupakan orang suruhan Saefullah untuk bertemu dengan Novendri di Mal Botani Bogor pada September 2018 guna memberikan uang sebesar Rp18 juta.

“Uang yang diterima Novendri tersebut, sebanyak Rp16 juta diantaranya diserahkan ke pimpinan JAD Bekasi untuk membuat bom. Kelompok JAD Bekasi sendiri telah diringkus oleh tim Densus 88,” pungkas Dedi.(sgr)

Berita Terkait

Dari Parung untuk Dunia: Aksi Nyata Hari Bumi 2026 yang Bangkitkan Harapan
Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong
Polda Metro Jaya Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Ketenagakerjaan
Nekat Langgar Tata Ruang, 72 Bangunan di Bekasi Timur Diratakan
Pajak Mobil Listrik di Jawa Barat Kini Bisa Tembus Jutaan
Polisi Bongkar Trik Licik Peredaran Tramadol di Bekasi Timur–Rawalumbu
Dapur SPPG Unisma Bekasi Mulai Beroperasi, Pemerintah Perketat Standar Layanan Gizi
Pemprov Jawa Barat Tetap Tarik Pajak Kendaraan Listrik untuk Dukung Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 12:45 WIB

Dari Parung untuk Dunia: Aksi Nyata Hari Bumi 2026 yang Bangkitkan Harapan

Kamis, 23 April 2026 - 08:18 WIB

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong

Rabu, 22 April 2026 - 19:05 WIB

Polda Metro Jaya Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Ketenagakerjaan

Rabu, 22 April 2026 - 11:21 WIB

Pajak Mobil Listrik di Jawa Barat Kini Bisa Tembus Jutaan

Selasa, 21 April 2026 - 22:42 WIB

Polisi Bongkar Trik Licik Peredaran Tramadol di Bekasi Timur–Rawalumbu

Berita Terbaru

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani

HEADLINE

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong

Kamis, 23 Apr 2026 - 08:18 WIB

BERITA UTAMA

Kota Bekasi Darurat Peredaran Obat Keras

Kamis, 23 Apr 2026 - 00:13 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi

BERITA UTAMA

Pencairan Dana Rp 100 Juta/RW Tunggu Audit BPK

Rabu, 22 Apr 2026 - 21:09 WIB