Polda Jabar Tangkap Komunitas Gay di Media Sosial

Sabtu, 20 Oktober 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengungkapan kasus grup media sosial khusus anggota gay di Jawa Barat

Pengungkapan kasus grup media sosial khusus anggota gay di Jawa Barat

KanalBekasi.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat mengungkap komunitas gay di media sosial (medsos). Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan dua orang tersangka berinisial IS dan IW, yang berperan sebagai admin grup di medsos komunitas tersebut.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan tim Patroli Siber (Cyber Patrol), polisi menemukan grup Facebook ‘Gay Bandung Indonesia’, dimana dalam grup ditemukan banyak percakapan yang melanggar norma kesusilaan, seperti percakapan orientasi sesama jenis, hingga penawaran jasa pijat laki-laki.

“Modus operandinya, mereka mensosialisasikan grup ini kepada yang sesama jenis untuk bisa berhubungan di media sosial,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus AKBP Hari Brata kepada wartawan di pengungkapan ini Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jabar, Jumat (19/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hari menjelaskan grup medsos itu memiliki member atau anggota sebanyak 4.093 orang, dan kerap mengadakan ‘kopi darat’ atau pertemuan di dunia nyata. Bahkan, terindikasi ada anak di bawah umur yang menjadi anggota grup tersebut.

“Grup ini tertutup, jadi hanya kalangan mereka saja yang mengetahui. Jadi, kalau sudah kenal dengan adminnya, baru dimasukkan (menjadi member),” jelasnya.

Kedua pelaku ditangkap di sebuah kos-kosan di kawasan Batununggal, Kota Bandung. Dari penggeledahan di rumah kos tersebut, petugas menemukan lima unit telepon genggam yang kerap digunakan pelaku untuk mengelola grup Facebook ‘Gay Bandung Indonesia’.

Dari hasil penggeledahan itu pula didapati alat kontrasepsi sebanyak 25 buah, dan alat bantu seks lainnya yang biasa digunakan melakukan hubungan seks antara kedua pelaku dan diduga dengan teman pria lainnya.

“Pelaku sempat mengganti deskripsi nama grup menjadi Peduli Gay Bandung,” tegasnya.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) jo. Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang ancaman hukuman maksimalnya enam tahun penjara

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Garap Kabel Bawah Tanah Sepanjang 290 Km untuk Penataan Kota
Dishub Tertibkan Parkir Liar di Stasiun Bekasi
Penyalahgunaan Plat Dinas Marak, Pemkot Bekasi Siap Jatuhkan Sanksi
Wali Kota Bekasi Tegur Keras Tiga Camat
Wali Kota Bekasi Merespon Cepat Jabatan “Sementara” Kadisdik
Piutang Gaib PBB di Kota Bekasi Bikin Resah, Ini Penjelasan Bapenda
374 Ribu Warga Jabar Berburu Kerja di Aplikasi “Nyari Gawe”
Kemenkes Resmi Atur Kandungan Gula, Garam, dan Lemak pada Minuman Kemasan

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 19:59 WIB

Pemkot Bekasi Garap Kabel Bawah Tanah Sepanjang 290 Km untuk Penataan Kota

Senin, 20 April 2026 - 19:53 WIB

Dishub Tertibkan Parkir Liar di Stasiun Bekasi

Senin, 20 April 2026 - 19:49 WIB

Penyalahgunaan Plat Dinas Marak, Pemkot Bekasi Siap Jatuhkan Sanksi

Senin, 20 April 2026 - 18:34 WIB

Wali Kota Bekasi Tegur Keras Tiga Camat

Senin, 20 April 2026 - 15:17 WIB

Wali Kota Bekasi Merespon Cepat Jabatan “Sementara” Kadisdik

Berita Terbaru

HEADLINE

Dishub Tertibkan Parkir Liar di Stasiun Bekasi

Senin, 20 Apr 2026 - 19:53 WIB

BERITA UTAMA

Penyalahgunaan Plat Dinas Marak, Pemkot Bekasi Siap Jatuhkan Sanksi

Senin, 20 Apr 2026 - 19:49 WIB

HEADLINE

Wali Kota Bekasi Tegur Keras Tiga Camat

Senin, 20 Apr 2026 - 18:34 WIB