Macet Rugikan Rp 100 Trilliun, Transportasi Jabodetabek Akan di Integrasi

Rabu, 9 Januari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemacetan penyumbang polusi parah di Jakarta

Kemacetan penyumbang polusi parah di Jakarta

KanalBekasi.com – Rapat Terbatas Kabinet yang membahas tentang Pengelolaan Transportasi Jabodetabek di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (8/1) siang, menunjuk Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla untuk mengkoordinasikan pihak-pihak terkait dalam masalah integrasi di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, belum diketahui bentuk badan atau lembaga yang akan menangani masalah integrasi transportasi di Jabodetabek itu. Tapi tadi yang penting ada kesepakatan 3 gubernur (DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten), kemudian nanti akan dikomunikasikan oleh Kemendagri, bagaimana satu manajemen, satu pengorganisasian.

Ia menyebutkan, di pusat ada PUPR, ada Perhubungan, ada BUMN, ada Pemda DKI, ada Pemda masuk ke Bekasi sedikit saja sudah masuk ke Pemda Jawa Barat, masuk ke Tangerang wilayah yang bandara saja ada yang masuk ke wilayah Banten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nah ini yang harus kompak dulu. Tadi ada 3 gubernur, yang penting masing-masing pemda diberikan otoritas. Soal bentuknya bagaimana, bentuk organisasinya bagaimana, manajemen yang bagaimana akan diputuskan dalam rapat yang dipimpin oleh Bapak Wapres,” kata Tjahyo

Intinya, lanjut Mendagri, daerah harus ada kata sepakat dan nanti Kemendagri akan mencoba untuk mengkoordinir. Untuk pusatnya, sambung Mendagri, nanti akan langsung oleh Presiden dan Wapres yang mengkoordinasi. Tapi yang intinya, lanjut Mendagri, adalah satu tahun itu sudah mencapai kerugian karena kemacetan itu hampir Rp100 triliun.

“Sekarang ini bagaimana membangun jaringan antara Jakarta-Bekasi sampai ke Jakarta-Bogor, Jakarta-Tangerang Selatan, Jakarta lewat Tangerang dari airport karena ada busnya, ada LRT-nya, ada MRT-nya ini harus terintegrasi,” terang Mendagri.

Dirilis dari biro Setpres, Jokowi telah mengundang tiga gubernur  untuk secepatnya saling bertemu. Ia mengingatkan kalau bicara masalah Jabodetabek sudah ada Perpresnya, aturannya ada tapi tidak pernah dilaksanakan. Karena itu, sambung Mendagri, akan segera diputuskan untuk secepatnya karena sudah mencapai kerugian Rp100 triliun.

Soal kemungkinan pembentukan badan baru, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, arahan Presiden justru karena banyak instansi, banyak badan sehingga menimbulkan manajemennya tidak bagus.

“Sekarang bagaimana mempersingkat manajemen, mempersingkat urusan organisasinya,” ujar Mendagri seraya menunjuk contoh urusan jembatan Suramadu itu ada Pemda Kotamadya Sumenep, ada Pemda Provinsi, dibangun lagi badan otoritas Jembatan Suramadu. (sgr)

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Pastikan Program Hibah Rp 100 Juta per RW Tetap Berjalan
Dari Parung untuk Dunia: Aksi Nyata Hari Bumi 2026 yang Bangkitkan Harapan
Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong
Kota Bekasi Darurat Peredaran Obat Keras
Pencairan Dana Rp 100 Juta/RW Tunggu Audit BPK
Polda Metro Jaya Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Ketenagakerjaan
Nekat Langgar Tata Ruang, 72 Bangunan di Bekasi Timur Diratakan
Pajak Mobil Listrik di Jawa Barat Kini Bisa Tembus Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 20:57 WIB

Pemkot Bekasi Pastikan Program Hibah Rp 100 Juta per RW Tetap Berjalan

Kamis, 23 April 2026 - 12:45 WIB

Dari Parung untuk Dunia: Aksi Nyata Hari Bumi 2026 yang Bangkitkan Harapan

Kamis, 23 April 2026 - 08:18 WIB

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong

Kamis, 23 April 2026 - 00:13 WIB

Kota Bekasi Darurat Peredaran Obat Keras

Rabu, 22 April 2026 - 21:09 WIB

Pencairan Dana Rp 100 Juta/RW Tunggu Audit BPK

Berita Terbaru

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani

HEADLINE

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong

Kamis, 23 Apr 2026 - 08:18 WIB

BERITA UTAMA

Kota Bekasi Darurat Peredaran Obat Keras

Kamis, 23 Apr 2026 - 00:13 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi

BERITA UTAMA

Pencairan Dana Rp 100 Juta/RW Tunggu Audit BPK

Rabu, 22 Apr 2026 - 21:09 WIB