KanalBekasi.com – Pelayanan Kartu Sehat (KS) berbasis NIK akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Masyarakat Kota Bekasi yang sebelumnya dimanjakan dengan “Kartu Sakti” tersebut kini dibingungkan dengan peraturan yang dirasa berbelit
Salah seorang warga bernama Enu (28) menuturkan dirinya melakukan pengobatan di RSUD dr Casbullah Kota Bekasi, Minggu (10/2) kemarin. Namun dirinya terkejut lantaran KS yang ia miliki ternyata tidak dapat digunakan.
Baca juga: Choiruman: Kartu Sehat Salah Orientasi dan Tak Ada Benefit
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Katanya harus lewat rujukan, padahal telinga saya keluar darah dan butuh cepat penanganan, karna dirasa berbelit akhirnya saya bayar tunai” Katanya, Rabu (13/2)
Berbeda dengan Enu, Warga lainnya bernama Opik (58) punya cerita sendiri. Dirinya berencana mencabut giginya lantaran terkadang terasa sakit. Sesuai prosedur yang berlaku dia mengunjungi klinik yang bisa memberikan informasi rujukan, namun menurutnya pihak Klinik mengarahkan ke Puskesmas di wilayah Seroja, Bekasi Utara.
“ Saya pikir jadi mudah dengan Kartu Sehat ternyata prosedurnya rumit, saya tinggal di Harapan Mulya, kalau harus ke Seroja terlalu jauh” Terangnya
Opik menerangkan padahal di wilayah Kalibaru, Bekasi Barat disana terdapat Puskesmas, tapi kenapa diarahkan ke yang jauh. Menurutnya ini prosedur yang tidak efektif
“Harusnya ada Kartu Sehat dengan segala evaluasinya bisa membantu warga agar lebih mudah bukan sebaliknya” Pungkasnya.(sgr)






































