KanalBekasi.com – Isu masuknya Tenaga Kerja asing sempat dipolitisir banyak pihak jelang di tahun politik. Menteri Tenaga Kerja Hanief diakhiri menanggapi santai persoalan tenaga masing terutama di Morowali.
“Investasi China di Morowali cukup besar, kalo tidak ada investasi China, tidak ada lapangan pekerjaan disana” Kata Hanief, disela2 kunjungannya di Kota Bekasi, Jawa barat.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, sebanyak 50 persenya dari angkatan kerja di Indonesia hanya lulusan SD. Ia menambahkan sebenarnya lapangan kerja banyak namun Sumber daya manusianya belum siap, disisi itu yang kita siapkan
“Berarti kalo dirata-rata ada 10 orang, 6 orang lulusan SD, 4 orang lulusan SMP, SMA dan kuliah” Tambahnya
Menaker mencontohkan Morowali, untuk mencari 800 orang supir dump truk dump hanya bisa di dapat 9 orang. Hal tersebut menunjukkan sulitnya mencari tenaga terampil disana.
“Jadi problemnya bukan ketimpangan kerja, tapi skill sumber daya manusianya” Terangnya
Kemenaker, sambung Hanief, tengah membuat program BLK Komunitas ke sejumlah pesantren dan kelompok masyarakat. Harapannya dengan program tersebut masalah pengangguran dapat diatasi
” Sudah banyak santri membuka bengkel motor, bengkel las dan keterampilan lainnya”.(sgr)