Rahmat Effendi Sosialisasi Kenaikan NJOP PBB di Bekasi Utara

Rabu, 22 Mei 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Bekasi Rahmat effendi ikut mensosialisasikan PBB warga

Walikota Bekasi Rahmat effendi ikut mensosialisasikan PBB warga

KanalBekasi.com – Walikota Bekasi Rahmat Effendi meninjau lokasi obyek pajak SPPT terkait kenaikan NJOP PBB yang berada di Kelurahan Perwira Kecamatan Bekasi Utara tepatnya di Utara.
Dalam tinjauannya, Walikota Bekasi jelaskan kepada warga yang mempunyai kediaman yang dihuni terkait dengan kenaikan pajak, ia memaparkan dulu NJOP Rp. 600.000, kini naik menjadi Rp. 1.030.000 yang sebelumnya rumahnya tidak masuk ke dalam pajak, kalaupun ibu ingin menjual rumahnya, semisalkan  harga per meter sekitar sekarang bisa kena  Rp. 2 juta sampai 3 juta, jadi ngga ada kenaikan pajak sampai 300%, beliau jelaskan.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Klaim Kenaikan Tarif PBB Masih Normal
 
Rahmat Effendi sengaja berkeliling kerumah rumah warga untuk mensosialisasikan tentang Kenaikan SPPT NJOP di Kota Bekasi, agar tidak salah menilai dari warganya, maksud dan tujuannya pun disampaikan. Lurah dan Camat setempat pun ditugaskan seperti itu, turun langsung ke warga, sosialisasikan.
Tidak hanya di Bekasi Utara, Rahmat effendi juga menjelaskan tentang kenaikan NJOP milik warga, di Kampung Dua Gang Aman Rt.06/01 Kelurahan Jakasampurna Kecamatan Bekasi Barat.
Ia menjelaskan mengenai faktor kenaikan pajak tersebut. Sesampainya di rumah warga, walikota Bekasi langsung nenjelaskan terkait kenaikan NJOP PBB saat ini, dengan kisaran kenaikan 30% dan harga jual tanah permeter sekitar 3 juta.
Sempat berdialog antara Walikota Bekasi dengan salah seorang warga selaku pemilik rumah tentang keberatan atau tidaknya dengan kenaikan tersebut, karena dengan pajak ibu nantinya akan digunakan untuk pembiayaan pendidikan, kesehatan dan lainya, namun setelah dijelaskan ibu tersebut merasa tidak keberatan,
“Kalaupun dijual dengan harga 3 juta per meter tidak mau, apalagi deket tol becakayu”, ucap ibu tersebut.
Sosialisasi ini agar warga bisa mengerti tentang keadaan Kota Bekasi yang ia tinggal, yang nantinya dari kenaikan pajak ini akan di kembalikan lagi kepada warganya, seperti pembiayaan Kesehatan melalui Kartu Sehat Berbasis NIK, juga pendidikan gratis bagi yang memiliki buah hati, dan bantuan bantuan sosial lainnya, sehingga apa warga Kota Bekasi nantinya juga merasakan dari hasil bayar pajak.
“Intinya, dari warga untuk warga juga, itu yang kita harapkan pengertian dari warga di Kota Bekasi, pembangunan juga tentunya dari pajak Kota Bekasi,” jelas Wali Kota. (hms/sgr)

Berita Terkait

Kota Bekasi Darurat Peredaran Obat Keras
Pencairan Dana Rp 100 Juta/RW Tunggu Audit BPK
Pemkot Bekasi Garap Kabel Bawah Tanah Sepanjang 290 Km untuk Penataan Kota
Penyalahgunaan Plat Dinas Marak, Pemkot Bekasi Siap Jatuhkan Sanksi
Wali Kota Bekasi Tegur Keras Tiga Camat
Piutang Gaib PBB di Kota Bekasi Bikin Resah, Ini Penjelasan Bapenda
PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Anggota Komisi IV Soroti Pengangkatan Kepsek Definitif, Sedangkan Kadisdik Masih Plt

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 00:13 WIB

Kota Bekasi Darurat Peredaran Obat Keras

Rabu, 22 April 2026 - 21:09 WIB

Pencairan Dana Rp 100 Juta/RW Tunggu Audit BPK

Senin, 20 April 2026 - 19:59 WIB

Pemkot Bekasi Garap Kabel Bawah Tanah Sepanjang 290 Km untuk Penataan Kota

Senin, 20 April 2026 - 19:49 WIB

Penyalahgunaan Plat Dinas Marak, Pemkot Bekasi Siap Jatuhkan Sanksi

Senin, 20 April 2026 - 18:34 WIB

Wali Kota Bekasi Tegur Keras Tiga Camat

Berita Terbaru

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani

HEADLINE

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong

Kamis, 23 Apr 2026 - 08:18 WIB

BERITA UTAMA

Kota Bekasi Darurat Peredaran Obat Keras

Kamis, 23 Apr 2026 - 00:13 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi

BERITA UTAMA

Pencairan Dana Rp 100 Juta/RW Tunggu Audit BPK

Rabu, 22 Apr 2026 - 21:09 WIB