KanalBekasi.com – Berdasarkan catatan Polda Metro Jaya, ada 254 mahasiswa yang sempat dirawat di beberapa rumah sakit karena kericuhan ini. Di kantornya di Jakarta. Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan 11 di antaranya dirawat inap.
“Dokter masih mendalami kenapa yang bersangkutan masuk rumah sakit,” kata Gatot,” kamis, (26/9)
Baca Juga: Polisi Korban Demo Cianjur Meninggal, Ini Kata Dokter Soal Luka Bakar
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu rumah sakit yang menampung para mahasiswa itu adalah Rumah Sakit Pusat Pertamina. Per kemarin hingga pukul 20.30 WIB, ada 76 mahasiswa yang dirawat. Ini terpampang di papan pengumuman rumah sakit. Ada pula yang dirawat di RS Mintohardjo. Gatot mengatakan sejauh ini belum ada informasi soal korban jiwa,
Polisi, kata Gatot, juga mengamankan pelajar yang kedapatan membawa bom molotov. Untuk mengetahui maksud dan tujuan para pelajar membawa bom molotov dan senjata tajam tersebut, saat ini sedang kami lakukan proses penyelididkan di Polres Metro Jakarta Barat.
Aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh hingga meluas ke kawasan Slipi dan Palmer tersebut mengakibatkan 39 anggota polisi terluka dan mendapat perawatan medis. Sebanyak 39 petugas polisi mengalami luka, ada yang terkena batu lemparan, ada juga yang tangannya patah dan lain sebagainya dan sekarang sedang dirawat inap
“Sampai saat ini tercatat sebanyak 254 mahasiswa mengalami luka mendapat perawatan jalan, sedangkan 11 orang harus menjalani rawat inap. Aksi ribuan mahasiswa dari Jakarta, Bekasi, Depok, dan Tangerang, menolak pengesahan RUU KUHP, revisi UU KPK, dan RUU Pertanahan semula berjalan damai tetapi akhirnya ricuh dan berakhir bentrok antara massa aksi dengan aparat kepolisian” Pungkas Gatot.(sgr)






































