Waspadai Penyakit Kencing Tikus Pasca Banjir, Ini Dampak Bahayanya

Sabtu, 4 Januari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkes Terawan Agus Putranto

Menkes Terawan Agus Putranto

KanalBekasi.com – Pasca banjir sejumlah penyakit dikabarkan banyak mewadah. Salah satunya adalah Leptospirosis atau kencing tikus. Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, mengimbau kepada masyarakat penyakit yang menyerang pencernaan khususnya dari bangkai hewan, yaitu tikus.

Penyakit tersebut biasanya timbul usai musim hujan atau banjir. Dan bilantidak segera ditangani akan berbahaya bagi penderita.

Baca Juga: Kemenkes Benarkan Kecanduan Game Berpotensi Gangguan Jiwa

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ya mulai dari penyakitnya itu pencernaan leptospirosis karena itu kita lihat bangkai bangkai tikus banyak,” kata Terawan, Sabtu (4/20)

Menkes Terawan kemarin, berkesempatan melihat langsung lokasi banjir, Kampung Duri, Kecamatan Cengkareng Barat, dan titik wilayah banjir lainnya.

“Kemarin banyak bangkai binatang juga ada sehingga saya kemarin meninjau itu saya langsung melihat langsung, waduh ini berarti air bersih yang harus segera di inikan,” tambahnya.

Masih menurutnya, sumber air bersih pasca banjir sangat diperlukan. Selain untuk mendukung PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), juga untuk membersihkan rumah yang kotor paska mengalami genangan air masuk.

“Sumber-sumber air misalnya sumur yang tenggelam karena itu harus segera kita apa surfilence, kita skrining, kita awasi, terus daerah daerah itu juga harus segera dapat terpenuhi masalah kebutuhan air bersih,” paparnya.

Sebagai informasi selama terserang tahap kedua penyakit leptospirosis ini, bakteri dapat menyerang organ lain sehingga kondisi menjadi lebih parah. Keadaan tersebut ditunjukkan dengan:

  • Gangguan pada paru-paru dengan gejala batuk, napas pendek, dan batuk yang mengeluarkan darah.
  • Gangguan pada ginjal yang dapat berujung dengan kondisi gagal ginjal.
  • Gangguan pada otak yang ditunjukkan dengan gejala miningitis
  • Gangguan pada jantung yang memicu peradangan jantung  atau gagal jantung.(sgr)

Berita Terkait

Dishub Tertibkan Parkir Liar di Stasiun Bekasi
Wali Kota Bekasi Tegur Keras Tiga Camat
Wali Kota Bekasi Merespon Cepat Jabatan “Sementara” Kadisdik
374 Ribu Warga Jabar Berburu Kerja di Aplikasi “Nyari Gawe”
Kemenkes Resmi Atur Kandungan Gula, Garam, dan Lemak pada Minuman Kemasan
PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 19:53 WIB

Dishub Tertibkan Parkir Liar di Stasiun Bekasi

Senin, 20 April 2026 - 18:34 WIB

Wali Kota Bekasi Tegur Keras Tiga Camat

Senin, 20 April 2026 - 15:17 WIB

Wali Kota Bekasi Merespon Cepat Jabatan “Sementara” Kadisdik

Senin, 20 April 2026 - 07:40 WIB

374 Ribu Warga Jabar Berburu Kerja di Aplikasi “Nyari Gawe”

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Kemenkes Resmi Atur Kandungan Gula, Garam, dan Lemak pada Minuman Kemasan

Berita Terbaru

HEADLINE

Dishub Tertibkan Parkir Liar di Stasiun Bekasi

Senin, 20 Apr 2026 - 19:53 WIB

BERITA UTAMA

Penyalahgunaan Plat Dinas Marak, Pemkot Bekasi Siap Jatuhkan Sanksi

Senin, 20 Apr 2026 - 19:49 WIB

HEADLINE

Wali Kota Bekasi Tegur Keras Tiga Camat

Senin, 20 Apr 2026 - 18:34 WIB