Walikota Keluhkan Minimnya Bantuan Penanganan Covid-19 dari Pemprov Jabar

Sabtu, 3 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil bersama Walikota Bekasi Rahmat Effendi saat pengecekan hari pertama pemberlakuan PSBB

Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil bersama Walikota Bekasi Rahmat Effendi saat pengecekan hari pertama pemberlakuan PSBB

KanalBekasi.com – Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkantor di Depok guna memantau perkembangan penyebaran Covid-19 yang masih tinggi di Bogor, Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi

Walikota yang biasa disapa Pepen ini menyebut suatu hal yang wajar bila Kota Depok mendapat perhatian yang lebih. Kota Depok menurutnya hampir sama seperti Kota Bekasi, semisal penduduknya yang beraktifitas di DKI Jakarta dan Kota tersebut nantinya akan menggelar tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)

“Kota Depok memasuki tahapan pilkada, artinya harusnya ada org yg betul-betul ditugaskan dan bertanggung jawab terhadap penanggulangan masalah Covid-19. Kebetulan di depok itu walikotanya  ikut pilkada dan wakilnya jg ikut, ” kata Pepen, Sabtu (3/10)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Emil: Penerapan PSBB Mikro di Bodebek Efektif Tekan Angka Covid-19

Pepen menyebut hal tersebut menjadi alasan Ridwan Kamil untuk berkantor di Kota Depok. Gubernur, kata Pepen perlu melakukan kegiatan atau berkantor dalam rangka melihat secara langsung perkembangan penanganan penanggulangan Covid-19 yg ada di kota Depok.

Namun menurutnya, seandainya Gubernur ingin melihat juga di daerah Bodebek itu lebih bagus dan fair. Karena bisa melihat langsung ciri-ciri khas daerah-daerah yg menjadi bawahannya dalam menanggulangi persoalan Covid-19.

Usulan pak gubernur ada tim khusus penanggulangan Covid-19 di bodebek supaya langkah penanganan seragam,” Imbuhnya

Pepen menjelaskan sebenarnya penanganan Covid-19 di Bodebek  tidak bisa diseragamka karena pemimpinan itu mempunyai karakteristik, kapabelitas cara memimpin.Kondisi masyarakat di lapangan juga mempengaruhi pengambilan keputusan.

“Kalau untuk mendapatkan sebuah keberhasilan dlm rangka menekan angka kematian insyaallah semua pun juga ingin seperti itu. Artinya kesembuhannya tinggi. Nah kalau harus ada seperti itu yang menjadi kewenangan gubernur siapa saja boleh ditugaskan oleh pak gubernur, ” jelas Pepen

Namun Pepen mengeluhkan minimnya bantuan dari Pemprov Jabar. Selama pandemi hampir 7 bulan ini. Penanganan di Bodebek tidak ada perhatian dari Pemprov Jabar

“Dari Pemprov minim memberikan bantuan,  padahal Kota Bekasi salah satu wilayah terpadat,” tandasnya

Adapun Data Covid-19 di Kota Bekasi pada  Rabu (30/9) mencapai angka kumulatif 3,322 orang. Dengan rincian 3,027 telah dinyatakan sembuh, 184 orang sedang menjalankan perawatan dan 111 orang dinyatakan meninggal.(den)

Berita Terkait

Wali Kota Bekasi Merespon Cepat Jabatan “Sementara” Kadisdik
374 Ribu Warga Jabar Berburu Kerja di Aplikasi “Nyari Gawe”
Kemenkes Resmi Atur Kandungan Gula, Garam, dan Lemak pada Minuman Kemasan
PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak
Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 15:17 WIB

Wali Kota Bekasi Merespon Cepat Jabatan “Sementara” Kadisdik

Senin, 20 April 2026 - 07:40 WIB

374 Ribu Warga Jabar Berburu Kerja di Aplikasi “Nyari Gawe”

Sabtu, 18 April 2026 - 22:07 WIB

PBB Naik Tak Wajar, Warga Bekasi Pertanyakan Transparansi Data Pajak

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

Piutang Gaib PBB di Kota Bekasi Bikin Resah, Ini Penjelasan Bapenda

Senin, 20 Apr 2026 - 13:27 WIB