Polisi Cari Tahu Keberadaan Oknum Ormas Pengeroyok Anggota TNI AL di Bekasi

  • Whatsapp
Ilustrasi

KanalBekasi.com – Pihak kepolisian masih menyelidiki video viral di media sosial seorang prajurit TNI dikeroyok massa yang diduga dari organisasi masyarakat Forum Betawi Rempug (FBR). Pengeroyokan ini terjadi ketika korban hendak melerai perkelahian warga.

Kanit Reskrim Polsek Jatisampurna, Iptu Valerij Lekahena mengatakan pihaknya kini masih menyelidiki identitas dan menelusuri keberadaan para pelaku pengeroyokan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Masih penyelidikan,” ujar Valerij, Jumat (24/6).

Menurut Valerij, anggota TNI yang menjadi korban pengeroyokan juga telah melapor kasus ini ke Polsek Jatisampurna. Saat ini, masih dalam penyelidikan.

“Kami lagi terima laporan polisinya. Belum ada progres. Dari anggota TNI yang lapor. Kami lagi lakukan penyelidikan,” ucapnya.

Sebelumnya, seorang anggota TNI dikeroyok sejumlah orang yang diduga anggota ormas saat hendak melerai perkelahian warga. Insiden tersebut terjadi di depan minimarket Jatiranggon, Kota Bekasi.

Sementara itu Kadispenal Laksma TNI Julius Widjojono menjelaskan, kronologi kejadian bermula saat Kamis sore terjadi keributan antara kumpulan pemuda. Salah seorang warga bernama Nata (59) berusaha melerai keributan tersebut.

Tidak terima dengan tindakan Nata, salah satu kelompok pemuda tersebut mengeroyok Nata. Kemudian datang lagi dari arah belakang diduga dari kelompok yang sama menggunakan sepeda motor, menabrak dan ikut melakukan pengeroyokan.

Kemudian anggota TNI AL bernama Kls Mus Bayu Dwi Saputra yang sedang berbelanja di minimarket merasa iba atas pengeroyokan itu dan berusaha melerai. Menurut Julius, Kls Bayu masih menggunakan seragam dinas TNI saat kejadian itu berlangsung.

“Namun Kls Bayu malah diserang oleh kelompok tersebut. Sehingga terjadi aksi saling dorong antara kelompok pemuda tak dikenal dengan Kls Bayu,” tutur Julius dalam keterangannya, Jumat (24/6).

Kls Bayu yang berdinas di Denma Mabesal itu malah mendapat pukulan di bagian kepala. Menurut Julius, sebanyak 2 pukulan mendarat di kepala Bayu.

“Salah seorang dari kelompok pemuda tersebut memukul Kls Bayu dibagian kepala sebanyak dua kali dan Kls Bayu reflek membalas pukulan tersebut,” ungkapnya.

Lebih jauh dituturkan, saat kejadian perselisihan itu datang pula seorang anggota Puspom TNI bernama Serma Adar Winarno. Di mana, saat melihat keributan antara anggota TNI dan Kelompok pemuda, dirinya langsung berupaya melerai namun kelompok pemuda itu tetap mengeroyok Kls Bayu.

“Tak lama kemudian datang melintas Serma Angga Anggota Disbekal Mabesal, berhenti dan mencoba ikut melerai dengan suara lantang. Beberapa menit kemudian kelompok pemuda itu akhirnya membubarkan diri dan kabur,” tutupnya. (sgr)

 

Pos terkait