KanalBekasi.com – Kapolres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Hengki mengatakan adanya sejumlah titik di wilayah hukumnya yang dikenal rawan aksi begal, tawuran pelajar, geng motor dan pencurian sepeda motor (curanmor).
“Ada sebanyak 37 titik itu berdasarkan hasil patroli polisi dan laporan warga,”kata Hengky
Ia mengatakan di wilayah Polsek Medan Satria yang menjadi titik rawan ada di Jalan Raya Harapan Indah, Jalan Sultan Agung, Jalan Sudirman, Perumahan Titian Indah. Selanjutnya di wilayah Polsek Bekasi Kota, kawasan yang rawan tindakan kejahatan ada di Jalan Raya Sudirman, Kranji, Bintara, Jalan Noor Ali dan Jalan Ngurah Rai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu di wilayah Polsek Pondok Gede, titik rawan berada di Jalan Raya Hankam, Jatiwaringin, Jatibening, Gamprit dan Kampung Sawah.
“Kita juga sudah mencatat Polsek Bekasi Selatan titik rawan ada di Jalan Ahmad Yani, Kemang, Galaxy, Jalan Noer Ali dan Cikunir,” ucap Hengki.
Untuk di Polsek Jatisampurna titiknya berasa Jalan Raya Kranggan, Jalan Alternatif Cibubur dan Jalan Wibawa Mukti. Wilayah hukum Jatiasih, titik kerawanan berada di Jalan Ratna, Jalan Jatiasih, Pasar Rebo, dan juga Komsen.
“Di wilayah Bantargebang ada titik rawan yakni di Jalan Mustikajaya dan Jalan Raya Narogong. Untuk wilayah hukum Bekasi Timur berada di Jalan Djuanda, Cut Meutia, Jalan Chairil Anwar, DPRD Kota Bekasi dan Jalan Cipendawa. Terakhir, wilayah Polsek Bekasi Utara yang menjadi rawan kriminalitas berada di Jalan Lingkar Utara, Kampung Irian, Jalan Perjuangan, dan juga di wilayah Kaliabang,” tuturnya
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto akan melibatkan seluruh aparatur yang ada di Pemerintahan Kota Bekasi, misalnya Satpol PP, Linmas, Dishub untuk berpatroli, termasuk di sekolah-sekolah pada saat jam pulang sekolah
Selain itu ia berencana akan menambah handy talkie (HT) sebagai alat komunikasi petugas keamanan. Ide pengadaan HT muncul setelah kepolisian menyatakan ada 37 titik rawan kejahatan jalanan di Kota Bekasi.
“Saya mengupayakan pengadaan untuk alat komunikasi HT, karena mungkin kalau pakai ponsel, kan mungkin ada keterlambatan,” pungkasnya, (sgr)





































