Siloam Hospitals Group Gelar Simposium Ilmiah Kardiovaskular

  • Whatsapp

KanalBekasi.com – Dengan mengusung tema ‘A Collaboration to Shape the Future of Cardiovascular Care in Indonesia’, Grup RS Siloam pada hari ini menyelenggarakan simposium ilmiah kardiovaskular dengan menggandeng institusi medis internasional antara lain Medical University of Silesia, National Heart Center Singapore, Sarawak General Hospital Heart Centre, Chosun University Hospital, Central Chest Institute of Thailand, Lampang Hospital, dan National University of Singapore.

Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, stroke, jantung koroner, dan gagal jantung terdeteksi sebanyak 15 dari 1.000 penduduk, atau sekitar 4.2 juta penduduk yang menderita penyakit kardiovaskular.

Bacaan Lainnya

Namun, perawatan kesehatan seputar kardiovaskular semakin berkembang secara global, termasuk Indonesia. Beberapa diantaranya adalah prosedur cryoablation untuk aritmea, pemasangan Left Ventricular Assist Device (LVAD) untuk gagal jantung, serta minimal invasive surgery untuk tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau katerisasi jantung dan pembuluh darah.

Simposium ilmiah ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta termasuk dokter spesialis, perawat dan tenaga medis pendukung, serta masyarakat umum dan berlangsung selama 2 hari. Penyelenggaraan acara ini juga merupakan bentuk nyata perwujudan misi Grup RS Siloam untuk menjadi destinasi pilihan terpercaya dalam layanan kesehatan, pendidikan medis, dan penelitian kelas dunia.

Selama simposium berlangsung, para narasumber akan mengangkat berbagai topik seputar terobosan baru dalam pelayanan kardiovaskular. Beberapa topik khusus seperti Cardiac Prevention and Rehabilitation, Transcatheter Intervention for Pediatric Cardiovascular Disease, Indication of Patent Foramen Ovale (PFO), Atrial Fibrillation Management and Cryo AF Ablation, Interatrial Shunt Procedure for Advanced Heart Failure, Strategy and Current Treatment for Aorta Diseases, dibawakan dalam simposium ini untuk meningkatkan pengetahuan tenaga medis dan pelayanan medis terkait jantung dan pembuluh darah di Indonesia.

Topik-topik tersebut akan dibawakan oleh beberapa narasumber internasional seperti: Prof. Asri Bin Said, dokter spesialis kardiologi dari Sarawak General Hospital Heart Centre, Malaysia; Prof. Dr. Jozef Bartunek, M.D., Ph.D., dokter spesialis kardiologi dari Medical University of Silesia, Polandia; Prof. Sung-Gwon Kang, M.D., Ph.D., dokter bedah kardiovaskular dan dada dari Chosun University Hospital, Korea Selatan; Choosak Kasemsarn, M.D., dokter bedah kardiovaskular dan dada dari Central Chest Institute of Thailand; Dr. Look Yee Louis Teo, dokter spesialis kardiologi dari National Heart Center, Singapura; Dr. Nuttapon Arayawudhikul, dokter bedah kardiovaskular dan dada dari Lampang Hospital, Thailand; dan Dr. Tee Joo Yeo, dokter spesialis kardiologi dari NUS Medicine, Singapura; serta 37 narasumber dokter spesialis kardiologi dan kardiovaskular dan 6 perawat khusus jantung dan pembuluh darah dari Indonesia.

Simposium ilmiah ini merupakan hasil kolaborasi dari 4 RS Siloam yakni RS Siloam Lippo Village, RS Siloam Kebun Jeruk, RS Siloam Jantung Diagram Cinere, dan RS Siloam TB Simatupang. Empat rumah sakit ini merupakan RS dengan program unggulan bidang kardiovaskular dan telah berhasil melakukan lebih dari 5.700 tindakan katerisasi (PCI) dan lebih dari 1.400 tindakan bypass jantung (CABG) hingga saat ini.

Untuk mendukung pelayanan medis dalam bidang kardiovaskular, Grup RS Siloam menyediakan 20 laboratorium katerisasi (Cath Lab) yang tersebar di 17 rumah sakit di dalam jaringannya. Selain itu, Grup RS Siloam juga memiliki 167 dokter spesialis jantung yang diantaranya adalah 53 sub-spesialis jantung, serta 42 dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular untuk melayani seluruh pasien yang datang.

“Melalui rangkaian acara simposium kardiovaskular ini kami berharap kualitas pelayanan kesehatan internasional dapat diakses oleh para dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya untuk menambah wawasan serta terus memajukan layanan kesehatan di Indonesia. Kolaborasi antar tenaga medis diperlukan untuk hasil medis yang lebih baik untuk pasien, namun kolaborasi antar institusi medis sangat diperlukan untuk mendukung program pemerintah dalam menuju Indonesia yang lebih sehat. Sebagai salah satu wadah bagi para dokter untuk berkarya dalam dedikasinya untuk masyarakat, kami akan terus mendengarkan kebutuhan para dokter dan tenaga medis dan melanjutkan komitmen kami untuk mendukung karya dokter dalam pengabdiannya melalui peningkatan wawasan dan edukasi,” ujar Caroline Riady, Managing Director Grup RS Siloam. (red)

Pos terkait