KanalBekasi.com – Pemkot Bekasi berencana membangun monumen perjuangan Sasak Kapuk di Kelurahan Kaliabang Tengah. Monumen tersebut untuk mengenang peristiwa sejarah Tragedi Sasak Kapuk pada 29 November 1945.
Tragedi Sasak Kapuk merupakan pertempuran Laskar Rakyat pimpinan KH Noer Ali bersama TKR pimpinan M. Hasibuan melawan sekutu. Pertempuran ini berlangsung sengit hingga akhirnya sekutu dengan peralatan senjata canggih berhasil menguasai Bekasi pada 13 Desember 1945.
Anggota DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim mengatakan Sasak Kapuk Adalah momen bersejarah yang tidak boleh dilupakan. Ia sangat mendukung rencana Pembangunan monument tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tragedi Sasak Kapuk bukan sekadar sejarah. Ini adalah bukti nyata bahwa rakyat Bekasi, dipimpin oleh KH. Noer Alie, memiliki nyali dan semangat jihad fi sabilillah untuk membela tanah air,’kata Arif, Minggu (17/8)
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya generasi muda untuk memahami dan menghargai sejarah perjuangan lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.
“Kita tidak boleh melupakan jasa para syuhada. Jangan sampai perjuangan mereka hanya menjadi nama jalan atau monumen semata. Sudah saatnya semangat Sasak Kapuk kita hidupkan kembali dalam bentuk kontribusi nyata membangun bangsa, khususnya Kota Bekasi.”
Arif juga mendorong agar peristiwa Sasak Kapuk dikenal luas melalui pendidikan sejarah lokal di sekolah-sekolah serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.
“KH. Noer Alie telah memberikan contoh tentang bagaimana agama dan nasionalisme bersatu dalam perjuangan. Kita, sebagai penerusnya, harus menjaga warisan ini agar tidak pudar oleh zaman,” tukasnya
Walikota Bekasi Tri Adhianto, Anggota DPRD Kota Bekasi, tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, pelajar, dan berbagai organisasi kepemudaan melakukan tabur bunga di jembatan sasak Kapuk sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan para pahlawan. (Adv)






































