KanalBekasi,com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, S.Pd., M.M., menggelar kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025 di Masjid Ashuhada, Bekasi Timur. Agenda ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung aspirasi, keluhan, dan harapan mereka terhadap pembangunan di Kota Bekasi.
Dalam sambutannya, Dr. Sardi menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata tanggung jawab moral dan politik wakil rakyat untuk hadir di tengah masyarakat. Melalui forum tatap muka ini, DPRD berupaya memastikan setiap kebijakan daerah benar-benar berpihak pada kepentingan publik.
“Reses ini adalah kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung suara masyarakat. Semua masukan yang disampaikan warga akan kami himpun dan sampaikan ke Pemerintah Kota sebagai bahan evaluasi dan penyusunan program kerja berikutnya,” ujar Dr. Sardi, Jumat (07/11/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbagai isu strategis mencuat dalam dialog tersebut. Warga menyoroti perbaikan jalan lingkungan yang rusak, penerangan jalan umum, serta peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan. Tak sedikit pula yang meminta adanya pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelatihan keterampilan dan dukungan bagi pelaku UMKM.
Menanggapi hal itu, Dr. Sardi menegaskan bahwa aspirasi masyarakat akan menjadi acuan penting dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan antarwilayah, agar seluruh kecamatan di Kota Bekasi merasakan dampak pembangunan yang berkeadilan.
“Kami ingin pembangunan tidak hanya berpusat di wilayah perkotaan. Daerah pinggiran dan perbatasan juga harus mendapatkan perhatian yang sama, terutama dalam hal infrastruktur dasar,” tambahnya.
Selain menjadi sarana penyerapan aspirasi, kegiatan reses ini juga mempererat hubungan antara lembaga legislatif dan masyarakat. Suasana hangat dan terbuka mewarnai jalannya acara, di mana warga bebas mengemukakan pendapat dan berdiskusi langsung dengan Ketua DPRD.
Reses yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, pemuda, serta perwakilan kelompok perempuan ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan warga.
Di akhir kegiatan, Dr. Sardi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga hasil pembangunan dan mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan serta berorientasi pada pelayanan publik.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun Kota Bekasi yang lebih baik, maju, dan sejahtera bagi semua,” tutupnya.
Terkait perbedaan bidang usaha di masing-masing BUMD, Chondro menjelaskan bahwa penyertaan modal akan tetap dikaji berdasarkan rencana bisnis dan analisis investasi masing-masing perusahaan.
“Harapannya, Perda ini dapat memperkuat posisi BUMD sebagai penggerak ekonomi daerah dan meningkatkan kemandirian fiskal Kota Bekasi,” pungkasnya. (Adv)






































