KanalBekasi,com – Kasie Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Idham Kholid mengatakan akibat kejadian banjir Minggu (18/1) kemarin pihaknya menerima laporan satu orang meninggal.
“Korbanya lansia bernama Namat berusia 79 tahun meninggal dunia,” katanya, Senin (19/1)
Berdasarkan informasi yang dihimpun korban terseret arus saat banjir di Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi,. Idham menuturkan, bahwa hujan yang deras dengan durasi yang cukup lama, membuat banjir di wilayah Perumnas 3. Ia mengatakan, korban yang terseret arus banjir berhasil dievakuasi oleh masyarakat pada pukul 09.00 WIB. Akan tetapi, Naman meninggal dunia setelah terseret arus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tim BPBD mendapat laporan adanya korban meninggal yang terseret arus di Perumnas 3, Aren Jaya, Kota Bekasi langsung menuju Lokasi, sempat dievakuasi warga namun korban tak tertolong,” jelasnya
Sementara itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengalokasikan anggaran hampir Rp20 miliar pada tahun 2026 untuk upaya pencegahan banjir, khususnya di wilayah rawan genangan seperti Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, anggaran tersebut akan difokuskan pada proyek sodetan saluran air di Jalan Raya Jatiwaringin yang nantinya dialirkan ke Kali Cakung dan Kali Sunter. “Untuk Jatiwaringin, kami akan mengalokasikan anggaran hampir Rp 20 miliar tahun ini. Itu untuk menyodet saluran di Jalan Raya Jatiwaringin agar air bisa dibuang ke Kali Cakung dan Kali Sunter,” jelasnya. (red)






































