KanalBekasi.com – Pemerintah pusat terus memperluas jangkauan program pemenuhan gizi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Salah satu langkah terbaru ditandai dengan beroperasinya dapur SPPG di Universitas Islam “45” (UNISMA) Bekasi, Selasa (21/4).
Peresmian fasilitas tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya peran SPPG dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Menurutnya, program ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam menjawab persoalan gizi yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Ia menyebut, puluhan juta anak menjadi target penerima manfaat sehingga membutuhkan sistem yang kuat dan terukur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini program besar dengan cakupan yang luas. Tantangannya tidak kecil, karena menyangkut masa depan generasi kita,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah mengakui pelaksanaan di lapangan masih menghadapi berbagai kendala. Evaluasi disebut terus dilakukan, termasuk memperketat standar operasional agar layanan yang diberikan benar-benar sesuai ketentuan.
Zulkifli Hasan menegaskan, pemerintah tidak akan mentolerir SPPG yang tidak memenuhi standar. Bahkan, ribuan unit disebut telah dihentikan sementara sebagai bagian dari upaya penertiban.
“Kalau tidak sesuai standar, pasti kita hentikan. Ini bentuk komitmen agar kualitas tetap terjaga,” katanya.
Ia juga mendorong peran aktif masyarakat, khususnya pihak sekolah, dalam mengawasi jalannya program. Jika ditemukan ketidaksesuaian, laporan diharapkan disampaikan melalui saluran resmi agar dapat segera ditindaklanjuti.
Dengan hadirnya dapur SPPG di lingkungan kampus, diharapkan distribusi layanan gizi semakin merata sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat sekitar. (Rob)





































