KanalBekasi.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mengklaim bahwa pemenuhan sarana dan prasarana di lingkungan satuan jenjang pendidikan tingkat SD dan SMP telah terpenuhi.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Krisman Irwandi, membenarkan pemenuhan sarpras sekolah di Kota Bekasi.
“Sudah kami penuhi sarprasnya,” singkat Krisman di ruang kerjanya, Jumat (22/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menjelaskan, pemenuhan sarpras tersebut mulai dari fasilitas dasar sekolah meliputi ruang kelas, perpustakaan dan laboratorium terus diupayakan secara maksimal.
Baca Juga: Sekolah Dilarang Pungut Bayaran Pinjam Pakai Sarpras UNBK
“Hingga saat ini pemenuhan sarana dan prasarana terus dioptimalkan oleh kami, karena hal ini merupakan salah satu dari standar nasional pendidikan,” ujarnya.
Krisman juga mengatakan bahwa pemenuhan infrastruktur pendidikan yang memadai dan bermutu sesuai standar nasional yang telah ditetapkan pemerintah untuk menjamin keberlangsungan pendidikan berkualitas.
“Ini sudah menjadi bagian dari peningkatan kualitas dan mutu pendidikan itu sendiri,” jelasnya.
Di tingkat SD sendiri prasarana meliputi ruang kelas, ruang usaha kesehatan sekolah, perpustakaan, ruang guru, tempat beribadah, jamban, gudang hingga kepada tempat bermain atau olahraga.
Sedangkan untuk di tingkat SMP sendiri ditambah ruang konseling, organisasi kesiswaan serta ruang tata usaha.
Terpisah Pengamat Pendidikan, Tengku Imam Kobul Yahya menilai pemenuhan sarpras pendidikan belum terpenuhi secara maksimal.
Disdik dalam hal ini baru mampu memenuhi dari aspek sarananya saja, sedangkan prasarana untuk ruangan tersebut belum dapat dipenuhi secara merata.
Bahkan lanjut Imam, prasarana yang ada saat ini masih jauh dari standar nasional pendidikan.
“Kalau bicara ruangan yang dipenuhi memang sudah dilakuan. Tetapi, untuk prasarananya atau perangkat pendukungnya belum terpenuhi. Misalnya, ruang perpusatakaan di tingkat SMP yang seharusnya memiliki minimal 10 ribu jenis buku, belum terpenuhi,” beber Imam.
Terbukti, perangkat pendukung untuk ruang laboratorium komputer di setiap sekolah jumlahnya belum ideal.
“Jumlah perangkat komputer di ruang laboratourium komputer belum terpenuhi. Adapun yang telah terpenuhi hanya beberapa sekolah saja,” katanya.
Selama ini, Disdik dinilai kurang respon terhadap pemenuhan sarana dan prasarana sekolah.
“Kinerja Disdik kurang maksimal, terbukti masih banyak sekolah yang kekurangan fasilitas prasarana. Saya sangat menyayangkan jika Disdik terlalu dini meluapkan kepuasannya dengan mengkalim bahwa sarpras di sekolah telah terpenuhi maksimal,” tandas Imam.(gir/sgr)






































