KanalBekasi.com – Pada momentum Hari Raya Idul Fitri tahun ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima 97 laporan pengaduan masyarakat terkait penipuan berkedok pegawai KPK. Sejumlah laporan masyarakat diterima sejak Kamis (23/5) hingga Jumat (14/6).
Juru Bicara KPK Febri Diansyah meminta masyarakat untuk tetap waspada. Ia mengingatkan, masyarakat agar berhati-hati jika ada pihak-pihak yang mengaku KPK atau penegak hukum lainnya yang menyampaikan Informasi keliru dan menjanjikan dapat mengurus sebuah perkara dengan imbalan tertentu.
Baca Juga: KPK: Seluruh Camat Wajib Mengisi LHKPN
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan berikan data atau informasi pribadi anda dan segera klarifikasi dengan cara menghubungi Call Center KPK 198,” katanya, Senin (17/6)
Febri menjelaskan, modus yang digunakan mirip dengan modus penipuan sebelumnya. Masyarakat dihubungi nomor telepon seluler. Kemudiaan, ada mesin yang menjawab seolah-olah merupakan layanan Pengaduan Masyarakat KPK dan seolah-olah korban telah mendapat surat peringatan dari KPK. Dari sini korban akan diarahkan menekan nomor menekan tombol 0 dan akan ditanyakan nomor identitas oleh oknum lainnya
“Oknum ini akan menakuti bahwa korban terindikasi tindak pidana pencucian uang karena ada dana yang dimiliki terindikasi kasus korupsi,” jelas Febri.
Tak berhenti sampai di sini, kemudian korban seolah-olah dihubungkan ke kantor kepolisian, dimana sudah ada oknum lain yang mengaku petugas Polri yang yang menawarkan jasa untuk membantu agar terlepas dari kasus tersebut. Pada tahapan ini pelapor akan dimintai nomor rekeningnya.
“Jika ada upaya penipuan atau pidana lebih lanjut, silakan langsung melaporkan pada kantor kepolisian terdekat,” pungkas Febri. (sgr)





































