kanalbekasi.com – Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, membantah lapangan kerja di Indonesia dipenuhi oleh tenaga kerja asing yang menyebabkan pengangguran meningkat.
Hal ini menyusul diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang memudahkan proses administrasi masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia.
Hanief menyebut Isu tenaga kerja asing pun menjadi viral, padahal jumlah TKI yang berada di luar negeri jauh lebih besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Misalnya saja di Hong Kong tenaga kerja Indonesia saat ini sudah berjumlah lebih dari 150 ribu orang. Sekarang, bahkan sudah lebih, hampir 160 ribu. Sementara, jumlah TKA (tenaga kerja asing) China di sini sampai akhir 2017 sekitar 24 ribuan. Jadi, kalau saya bilang bukan China yang serang kita, tapi kita yang serang China,” ucapnya.
Menurut Hanief pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla telah mewujudkan janjinya yakni 10 juta lapangan kerja dalam lima tahun.
“Pak Jokowi-JK kan janji 10 juta lapangan kerja selama 5 tahun. Artinya 10 juta dibagi 5 tahun berapa? 2 juta per tahun. Sedangkan data penempatan tenaga kerja kita di tahun 2014 berhasil ciptakan 2,6 juta, tahun 2015 2,8 juta, 2016 2,4 juta, dan tahun 2017 2,6 juta lapangan kerja. “ujarnya Hanif dalam diskusi di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (23/4).
Lebih lanjut, dia meminta jika menemukan masalah terkait tenaga kerja asing agar tidak dibesar-besarkan.
“Saya minta, yang personifikasi, kasus, jangan dibesar-besarkan, jangan dianggap mewakili semua. Itu kadang mengganggu wacana publik misalnya ada yang nge-vlog di bandara ketemu 100 orang China, viral. Kita kan tidak tahu mereka kerja atau turis,” tutupnya. (sgr)







































