KanalBekasi.com – Direktur RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Kusnato Saidi buka suara terkait viralnya video sejumlah pasien yang terlantar di rumah sakit yang dipimpinnya.
Ia mengatakan sudah berusaha mengantisipasi antrian sejumlah pasien di ruang Unit Gawat Darurat yang mengakibatkan over kapasitas. Untuk sementara pasien yang ingin ke Unit Gawat Darurat, pihak rumah sakit menyediakan tenda dan lorong sebagai triase Unit Gawat Darurat.
“ Terkait antrian tersebut. Sebelumnya kami meminta maaf dan kami sudah memantau sejak tadi malam, namun pagi hari tadi ternyata banyak antrian pasien yang datang. Banyak warga yang meminta dirujuknya ke RSUD, dan kapasitas tenda tidak tertampung,” kata Kusnanto, Jum’at (25/6)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Pasien Covid-19 Membludak, Walikota Siapkan Tenda Darurat di Setiap Faskes
Dirinya menjelaskan, pihak RSCAM Kota Bekasi telah membuka lorong gedung A yang ditetapkan sebgai triase dengan kapasits 15 tempat tidur (bed) dan satu lantai di gedung E untuk mengurai antrian pasien.
“ Di instruksikan oleh pa Wali Kota, kami telah membuka pada lorong pintu masuk gedung A ditetapkan sebagai triase dengan kapasitas 15 bed dan untuk mengurai pasien dan menambah satu lantai di gedung E dengan kapasitas 45 bed,” jelas Kusnanto
Kusnanto menjelaskan seluruh penambahan kapasitas bed bisa difungsikan, jadi total kapasitas ada 600 bed diantaranya 400 bed untuk isolasi pasien Covid dan 200 bed untuk pasien umum. Ia menjelaskan, selama ini pihak rumah sakit selalu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Baik pasien sakit biasa maupun Covid-19.
Bahkan, sempat juga ruang isolasi pasien Covid-19 over kapasitas. Sehingga akan menambah kembali ruangan sekaligus tempat tidur pasien.
“ Insya Allah sore ini sudah bisa difungsikan dan beroprasional dan total ada 600 bed diantaranya 400 untuk pasien isolasi dan 200 pasien penyakit umum. Dan 60 persen pasien yang diisolasi merupakan warga yang ber KTP Kota Bekasi, 40 persen warga ber KTP luar Kota Bekasi. Tenda ini dan lorong ini merupakan Triase dan untuk screening pasien karena Unit Gawat Darurat telah kami fungsikan sebagai ruang rawat untuk pasien Covid 19,” paparnya
Ia juga mengimbau supaya masyarakat Kota Bekasi dapat menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada sebagai upaya bersama dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.(red)








































