KanalBekasi.com – Sejumlah warga Perumahan Bumi Nasio Indah yang ada di Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi mengaku khawatir musim penghujan kali ini berdampak banjir yang lebih besar dari tahun lalu.
Pantauan KanalBekasi.com, sejumlah warga sedang membersihkan lumpur di rumahnya akibat banjir pada Senin (1/11)
Seorang warga bernama Yono (50) yang sudah tinggal di Perumahan Nasio sejak tahun 2001 mengaku banjir saat ini lebih parah dibanding awal dirinya tinggal di Nasio.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awal-awal sih banjir tapi engga terlalu parah, belakangan ini aja yang kemarin parah itu awal 2020 itu hampir 3 meter,” katanya, Rabu (3/11).
Saat banjir kemarin, lanjut Yono, dirinya mengatakan ketinggian air mencapai paha orang dewasa.
Dia juga berharap, pemerintah dapat memperlebar saluran air dan memperkuat tanggul agar tidak jebol lagi yang menyebabkan terendamnya perumahan Bumi Nasio Indah.
“Saluran air harusnya diperbesar, terus ada bangunan liar yang ada dipinggir sungai ditertiban, dan tanggul kita ini sering jebol mohon untuk diperbaikin,” harapnya.
Sebelumnya, sebanyak 1.400 warga atau 550 keluarga serta puluhan kendaraan terdampak banjir akibat tanggul jebol di Perumahan Bumi Nasio Indah, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.
Luapan Kali Cakung di lokasi tanggul jebol mulai memasuki perumahan warga pada Senin, (1/11) pukul 18.00 WIB.
Sementara itu Camat Pondok Gede Mariana mengatakan, warga belum membersihkan rumah terendam lumpur karena potensi banjir kembali terjadi. Meski begitu, warga perumahan telah mengevakuasi barang-barang berharga ke lantai dua. Luapan Kali Cakung ini juga merendam Perumahan Dosen IKIP, Jatiasih
”Iya warga khawatir banjir susulan, saat ini ada dua RW (rukun warga) yang terdampak yakni RW 15 dan RW 16 serta 13 RT (rukun tetangga). Total ada sebanyak 1.400 warga dari 550 keluarga yang terdampak,” kata Camat Jatiasih, Mariana, Selasa (2/11).







































