KPK Respon Pernyataan Ade Puspita Soal Klaim Penangkapan Politis

  • Whatsapp
konferensi pers penetapan tersangka Walikota Bekasi Rahmat Effendi

KanalBekasi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespon pernyataan Ketua DPD Golkar Bekasi Ade Puspitasari yang menilai dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut merupakan upaya pembunuhan karakter dan kental unsur politisnya.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengatakan KPK mempersilakan pihak-pihak yang tidak sepakat dengan OTT serta penetapan tersangka Rahmat Effendi untuk menempuh jalur hukum praperadilan. Menurutnya KPK memiliki bukti-bukti dugaan suap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (RE) sejak lama. Rahmat effendi atau biasa disapa pepen sudah lama  diintai KPK dan dikumpulkan bukti-bukti dugaan suapnya sejak 2021.

“Penyelidikan (Rahmat Effendi) dimulai dari 2021, kami semua memiliki bukti-buktinya” katanya, Senin (10/1)

Menurutnya ada empat kategori yang dikatakan sebagai tertangkap tangan dalam proses hukum. Pertama, seseorang yang kedapatan sedang melakukan tindak pidana. Kedua, segera sesudah beberapa saat melakukan tindak pidana.

Ketiga, sesaat kemudian diserukan oleh khalayak. Terakhir, sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana. KPK menilai pernyataan Ade Puspita yang merupakan anak Rahmat Effendi–terkait proses OTT tersebut dapat memicu kesalahpahaman publik dan membuat gaduh masyarakat.

“Kami mengingatkan pihak-pihak agar tidak beropini dengan hanya berdasarkan persepsi dan asumsi yang keliru atau sengaja dibangun,” tegasnya
Gufron mengatakan Rakyat Indonesia sudah sangat memahami bahwa mempolitisasi penegakan hukum oleh KPK selama ini sudah kerap terjadi, toh di pengadilan terbukti kebenaran tindakan KPK

“Kami mempersilahkan dan menghormati kepada yang bersangkutan atau keluarga untuk melakukan pembelaan sesuai koridor hukum sebagai hak tersangka, KPK siap menghadapi gugatan praperadilan,’ tukasnya

Diketahui sebelumnya, tim penindakan KPK menggelar OTT di daerah Bekasi, Jawa Barat dan Jakarta, pada Rabu, 5 Januari 2022. Dalam operasi senyap tersebut, tim KPK mengamankan sebanyak 14 orang, yang salah satunya adalah Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

Pos terkait