Melek Literasi Digital, Tel-U Ciptakan Open Library

  • Whatsapp

KanalBekasi.com – Telkom University menciptakan perpustakaan yang dapat diakses untuk umum yang dapat membantu pelajar dan mahasiswa meningkatkan minat literasi, memperkaya ide, dan lainnya. Kemampuan literasi diera digitalisasi diharapkan oleh masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa seperti kemampuan memanfaatkan sumber informasi yang relevan, kemampuan penelusuran informasi, kemampuan dalam membandingkan dan mengevaluasi informasi, serta mengatur, menerapkan, dan mengkomunikasikan informasi merupakan hasil yang diharapkan setelah menerapkan literasi di perpustakaan.

Literasi penting untuk direalisasikan karena memiliki tujuan dan manfaat baik untuk keberhasilan tujuan proses pembelajaran, maupun untuk proses pengambilan keputusan. Pertumbuhan informasi sangat pesat dan dalam format yang bervariasi.

Bacaan Lainnya

Literasi harus dapat mengimplementasikan keberhasilan pembelajaran dan pemanfaatan sumbersumber informasi yang ada untuk mengatasi segala permasalahan yang akan dihadapi ke depan. Saat ini, banyak informasi yang hoax dan validitasnya masih di ragukan. Terdapat suatu hal perlu diperhatikan terkait dengan literasi dan dunia digital yaitu langkah untuk memverifikasi sumber-sumber informasi sehingga informasi menjadi kredibel. Maka, perpustakaan berperan dalam hal tersebut. Oleh karena itu, perlu untuk dibangun sebuah konsep perpustakaan yang ramah milenial, yang disesuaikan dengan kehidupan masyarakat pada era sekarang karena generasi ini menempati pos terbesar sebagai pengguna perpustakaan.

Perpustakan dengan konsep ramah milenial yang di bangun di Telkom University atau yang di kenal dengan Open Library berdiri di area seluas 3200 m2. Berada di lantai 5 Gedung Manterawu, Jalan Telekomunikasi, Bandung, perpustakaan ini bisa menampung 1.000 orang. Open Library Telkom University dengan konsep green futuristic di bangun dengan tema yang berbeda dengan perpustakaan lainnya dan di buat senyaman mungkin yang menyediakan layanan offline dan online untuk penggunanya seperti peminjaman buku, ruang multimedia, ruang baca, katalog, library cafe, mini teather, akses e-book, e-journal, delivery service untuk peminjaman dan pengembalian buku, akses wifi, dan koleksi buku yang berjumlah 113.357 buku dan 67.038 judul buku dari berbagai jenis yang tersusun rapi di rak setiap sudut perpustakaan, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Seluruh akses tersebut dapat diakses oleh para pengguna Open Library selama enam hari dalam seminggu, secara gratis. Untuk memudahkan pengoperasioannya, Open Library didukung oleh sistem informasi yang terintegrasi yang dapat mengolah dan mengelola berbagai koleksi pengetahuan serta layanan Open Library. Sebagai kampus yang berupaya untuk mengamalkan tri dharma perguruan tinggi (pengabdian), Open Library Telkom University memberikan akses tidak hanya untuk civitas akademika Telkom University saja, melainkan juga terbuka untuk masyarakat luas. Open Library memiliki 3 pokok pemikiran yaitu open untuk semua jenis keilmuan,open untuk berbagi dan berkolaborasi dengan sistem informasi maupun knowledge management lain, serta open bagi siapapun yang ingin belajar dan memperoleh pengetahuan yang dimiliki di Telkom University.

Sejalan dengan konsep Open Library, terutama poin ketiga yakni open untuk siapapun yang ingin belajar di Open Library. Menurut salah satu mahasiswa S1 Fashion Design Politeknik STTT Bandung, Mirna Wulandari berpandangan dengan di bukanya Perpustakaan Telkom untuk umum mampu membantu mahasiswa yang luar Telkom University.

“Menurut aku sih itu bagus banget karena dilihat zaman sekarang penggunaan internet sudah semakin pesat oleh segala tingkatan usia. Salah satu faktor dari perkembangan internet itu kan salah satunya literasi digital. Literasi digital ga cuman sebatas membaca dan mencari informasi secara digital tetapi itu juga bisa ningkatin berpikir kritis, kreatif, inovatif dan problem solving dan juga interaksi dengan orang-orang yang ada di internet. Jadi kalau Telkom nanti open library secara umum itu bisa sangat membantu khususnya saya yang berkuliah di Bandung dan jika bingung mencari ide dll”, ujarnya.

Mengutip dari aksarapers.com, Pandangan salah satu mahasiswa S1 Manajemen bisnis Telekomunikasi Informatika Telkom, Pica menyatakan bahwa dibukanya Open Library untuk umum berpotensi mengganggu kenyamanan mahasiswa Telkom University untuk menikmati fasilitas kampusnya.

“Sebenarnya jika memang harus dibuka untuk umum, perlu dipertimbangkan lagi hal-hal mengenai open membership Open Library sehingga tidak mengurangi kenyamanan mahasiswa Telkom University itu sendiri”, ujarnya.

Menurut penulis, manfaat dari literasi informasi yaitu untuk memenuhi kebutuhan informasi sesuai keperluan secara benar dan mampu mengikuti perkembangan informasi. Melihat tingkat literasi membaca di Indonesia yang masih rendah, penulis berharap dengan dibukanya akses Open Library untuk umum dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan melalui koleksi buku dan berbagai fasilitas yang disediakan di Open Library Telkom University.

 

Penulis: Shyiva Sarah Salsabila

Mahasiswa S1 Digital PR, Telkom University.

 

Pos terkait