Cegah Keguguran Kandungan, Simak Edukasi dari Siloam Hospitals Mampang

  • Whatsapp
dr. Natasha Zefanya Darsana Sp.OG.,

KanalBekasi.com  – Keguguran merupakan kondisi komplikasi umum yang terjadi di awal kehamilan dan dapat terjadi kepada semua wanita dewasa. Dalam beberapa kasus, seorang perempuan bisa mengalami keguguran hingga berkali-kali, kondisi keguguran yang berulang seperti itu disebut recurrent miscarriage.

Dokter Spesialis Obstetrician dan Gynaeclogist di Siloam Hospital Mampang, Jakarta Selatan, dr. Natasha Zefanya Darsana Sp.OG., mengatakan bahwa, salah satu penyebab keguguran berulang yang cukup umum adalah gangguan darah seperti syndrom antifoslipid (seseorang sering mengalami penggumpalan darah) dan trombofilia (gangguan yang membuat darah mudah menggumpal) dan keguguran yang terjadi minimal dua kali berturut turut dapat disebut keguguran berulang.

“Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh pelbagai hal dan faktor resiko. Termasuk adanya kelainan genetik, gangguan pada rahim, gaya hidup tidak sehat dan tentunya faktor usia”, tutur dr. Natasha Zefanya Darsana Sp.OG., menyampaikan edukasinya pada aplikasi live Instagram, Kamis (24/11) di Jakarta.

Dijelaskan pula akan ‘Inkompetensi Serviks’, yaitu  kondisi ketika leher rahim membuka terlalu awal pada kehamilan. Kondisi yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami persalinan prematur atau bahkan keguguran.

“Terutama di trisemester kedua periode kehamilan”, imbuh Dokter Natasha menjelaskan.

Penanganan Keguguran Kandungan

Penanganan awal agar proses kehamilan dapat berlangsung dengan sehat dilakukan melalui Konsultasi bersama dokter secara berkelanjutan.

“Diawal konsultasi secara umum, dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan  dan penanganan sesuai kondisi, yaitu tes darah yang bertujuan mendeteksi adakah kelainan seperti Sindrom antifosfolipid dan USG yang mendeteksi ada tidaknya permasalahan di rahim”, ungkap Natasha.

Pada edukasi sesi tanya jawab, Dokter Spesialis Obstetrician dan Gynaeclogist di Siloam Hospital Mampang, Jakarta Selatan, dr. Natasha Zefanya Darsana Sp.OG., menjawab pertanyaan sejumlah peserta akan cara penanganan keguguran secara berulang

“Prinsipnya adalah,  wanita yang mengalami keguguran berulang apabila ditangani dengan tepat, yaitu yang diawali diagnosa penyebab dapat diobati medis namun dapat dikatakan lebih dari  40%, keguguran berulang  tidak dapat dijelaskan atau ‘Unexplained”. Atau tidak dapat diketahui atau terdeteksi penyebabnya”, ungkap Natasha.

Merokok, minum alkohol sangat berbahaya bagi wanita hamil, Gaya hidup tidak baik ini akan menyebabkan keguguran berulang. Pemeriksaan fisik lengkap adalah screening awal dalam merencanakan kehamilan. Pemeriksaan kadar hormon menjadi salahsatu metoda untuk mendiagnosa permasalahan keguguran.

“Penyebab keguguran ada yang dapat teridentifikasi ada juga yang tidak. Karenanyaperan suami selama istri  mengandung calon bayi, sangatlah penting. Ikuti dan lakukankan ‘Do and Dont’ yang disarankan dokter kandungan. Pola hidup sehat dengan asupan nutrisi cukup dan rutin berolahraga dengan perencanaan kehamilan yang disarankan, merupakan antisipasi terbaik dalam mencegah terjadinya keguguran apalagi keguguran berulang”, pungkas dr. Natasha Zefanya Darsana Sp.OG., dari Siloam Hospital Mampang Jakarta Selatan yang jadwal prakteknya dapat dilihat dengan mendownload aplikasi MySiloam. (sgr)

Pos terkait