Kemenkes Buka Suara Soal Wabah Bakteri Pemakan Daging

Jumat, 28 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalBekasi.com – Wabah Streptococcal Toxic Shock Syndrome (STSS) telah melanda Jepang baru-baru ini. Wabah ini identik dengan bakteri pemakan daging manusia.  Berdasarkan data terbaru, total jumlah kasus dari penyakit ini telah mencapai hampir 1.000 orang.

Terkait wabah yang tengah menggemparkan Negeri Sakura tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menegaskan bahwa penyakit yang mewabah di Jepang belum terdeteksi di Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa Kemenkes RI akan memberi perhatian terhadap STSS melalui surveilans sentinel Influenza Like Illness (ILI), Severe Acute Respiratory Infection (SARI), dan pemeriksaan genomik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau sampai saat ini di Indonesia belum ada laporan, ya, untuk kasus bakteri ‘pemakan daging’,” ungkap dr. Nadia melalui keterangan resmi tertulis, dikutip Jumat (28/6)

dr. Nadia menjelaskan bahwa tingkat penyebaran penyakit yang mampu menghancurkan kulit, lemak, dan jaringan di sekitar otot dalam waktu singkat ini memiliki tingkat penyebaran yang jauh lebih rendah daripada Covid-19. Namun, ia meminta masyarakat untuk melakukan sejumlah langkah pencegahan.

“Hal yang paling penting saat ini adalah kebiasaan baik yang sudah terbentuk di masa pandemi COVID-19 terus dijalankan, seperti cuci tangan pakai sabun dan memakai masker sehingga meminimalisir perpindahan droplet lewat pernafasan” kata dr. Nadia.

Hingga kini, Pemerintah Indonesia tidak melakukan pembatasan perjalanan dari dan ke Jepang untuk menghindari penyebaran kasus STSS di Tanah Air.

Melansir dari laman resmi University of Nebraska Medical Center mengutip laporan National Institute of Infectious Diseases (NIID), total jumlah kasus STSS di Jepang hingga Juni 2024 telah mencapai 1.019 kasus. Angka tersebut diklaim melampaui jumlah total kasus pada 2023 lalu.

Sementara itu menurut Institut Penyakit Menular Nasional Jepang mengungkapkan bahwa hingga Maret 2024, sebanyak 77 orang meninggal dunia akibat STSS dengan mayoritas kasus terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun.(sgr)

Berita Terkait

Dari Parung untuk Dunia: Aksi Nyata Hari Bumi 2026 yang Bangkitkan Harapan
Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong
Polda Metro Jaya Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Ketenagakerjaan
Nekat Langgar Tata Ruang, 72 Bangunan di Bekasi Timur Diratakan
Pajak Mobil Listrik di Jawa Barat Kini Bisa Tembus Jutaan
Polisi Bongkar Trik Licik Peredaran Tramadol di Bekasi Timur–Rawalumbu
Dapur SPPG Unisma Bekasi Mulai Beroperasi, Pemerintah Perketat Standar Layanan Gizi
Pemprov Jawa Barat Tetap Tarik Pajak Kendaraan Listrik untuk Dukung Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 12:45 WIB

Dari Parung untuk Dunia: Aksi Nyata Hari Bumi 2026 yang Bangkitkan Harapan

Kamis, 23 April 2026 - 08:18 WIB

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong

Rabu, 22 April 2026 - 19:05 WIB

Polda Metro Jaya Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Ketenagakerjaan

Rabu, 22 April 2026 - 14:57 WIB

Nekat Langgar Tata Ruang, 72 Bangunan di Bekasi Timur Diratakan

Rabu, 22 April 2026 - 11:21 WIB

Pajak Mobil Listrik di Jawa Barat Kini Bisa Tembus Jutaan

Berita Terbaru

HUKUM DAN KRIMINAL

Polisi Amankan Ribuan Obat Keras Hasil Penggerebekan di Jatisampurna

Jumat, 24 Apr 2026 - 16:52 WIB

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani

HEADLINE

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong

Kamis, 23 Apr 2026 - 08:18 WIB