Pemkot Bekasi Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Dampak Pelemahan Rupiah

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalBekasi.com — Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp17.300 per dolar Amerika Serikat mulai memicu kekhawatiran di daerah. Pemerintah Kota Bekasi pun bergerak cepat menyiapkan langkah antisipasi guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah tekanan ekonomi global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, gejolak nilai tukar bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga dialami negara-negara lain di kawasan.

“Ini dampak dari kondisi global yang masih berfluktuasi. Pemerintah terus memantau tanpa bersikap reaktif,” ujarnya di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tingkat daerah, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan kesiapan pemerintah menghadapi potensi dampak lanjutan, khususnya di sektor pangan. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pelaksanaan operasi pasar untuk menekan kenaikan harga.

Menurut Tri, pihaknya kini sedang menghitung skema intervensi yang paling efektif agar harga komoditas tetap terkendali.

“Kita lagi kaji, sejauh mana operasi pasar bisa kita dorong untuk menjaga stabilitas harga,” katanya kepada wartawan. Minggu (23/4).

Sejumlah bahan pokok seperti telur, minyak goreng, dan beras menjadi perhatian utama. Selain itu, Pemkot Bekasi juga akan mempercepat distribusi cadangan pangan guna memastikan pasokan tetap tersedia di tengah masyarakat.

Tri menegaskan, langkah ini penting untuk mencegah terjadinya kepanikan yang bisa memicu lonjakan harga lebih tinggi. Ia juga mengingatkan warga agar tidak melakukan aksi borong kebutuhan pokok.

“Yang penting stok aman. Masyarakat tidak perlu panik, apalagi sampai menimbun barang,” tegasnya.

Pemkot Bekasi juga membuka peluang intervensi tambahan melalui berbagai program sosial jika harga di pasaran terus mengalami kenaikan.

Dengan kombinasi pemantauan pemerintah pusat dan kesiapsiagaan daerah, diharapkan dampak pelemahan rupiah terhadap harga kebutuhan pokok bisa ditekan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.(red)

Berita Terkait

Ribuan Penari Padati CFD di Kota Bekasi, Tari Ronggeng Nyentrik Jadi Tarian Khas Bekasi
Ketua DPRD Kota Bekasi Ajak PB-BKMKB Perkuat Sinergi Bangun Kota Patriot
Mendagri Minta Seluruh Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
Pemkot Bekasi Pastikan Program Hibah Rp 100 Juta per RW Tetap Berjalan
Kota Bekasi Darurat Peredaran Obat Keras
Pencairan Dana Rp 100 Juta/RW Tunggu Audit BPK
Pemkot Bekasi Garap Kabel Bawah Tanah Sepanjang 290 Km untuk Penataan Kota
Penyalahgunaan Plat Dinas Marak, Pemkot Bekasi Siap Jatuhkan Sanksi

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 19:30 WIB

Pemkot Bekasi Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Dampak Pelemahan Rupiah

Minggu, 26 April 2026 - 16:02 WIB

Ribuan Penari Padati CFD di Kota Bekasi, Tari Ronggeng Nyentrik Jadi Tarian Khas Bekasi

Sabtu, 25 April 2026 - 20:54 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi Ajak PB-BKMKB Perkuat Sinergi Bangun Kota Patriot

Sabtu, 25 April 2026 - 17:14 WIB

Mendagri Minta Seluruh Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik

Kamis, 23 April 2026 - 20:57 WIB

Pemkot Bekasi Pastikan Program Hibah Rp 100 Juta per RW Tetap Berjalan

Berita Terbaru

Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi didapuk sebagai Ketua Dewan Pakar Pengurus Besar Badan Kekeluargaan Masyarakat Kota Bekasi (PB-BKMKB) masa bakti 2025–2030.

POLITIK

Sardi Efendi Didapuk Jadi Ketua Dewan Pakar PB-BKMKB 

Minggu, 26 Apr 2026 - 14:24 WIB

BERITA UTAMA

Mendagri Minta Seluruh Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik

Sabtu, 25 Apr 2026 - 17:14 WIB