Bantah Serbuan TKA China, Hanief : TKA China 24 Ribu di Indonesia, TKI di China 150 Ribu

Rabu, 25 April 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Hanief dakiri meminta masyarakat melaporkan ke posko pengaduan apabila terdapat temuan pembayaran THR yang tidak sesuai aturan

Menaker Hanief dakiri meminta masyarakat melaporkan ke posko pengaduan apabila terdapat temuan pembayaran THR yang tidak sesuai aturan

kanalbekasi.com – Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, membantah lapangan kerja di Indonesia dipenuhi oleh tenaga kerja asing yang menyebabkan pengangguran meningkat.

Hal ini menyusul diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang memudahkan proses administrasi masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia.

Hanief menyebut Isu tenaga kerja asing pun menjadi viral, padahal jumlah TKI yang berada di luar negeri jauh lebih besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Misalnya saja di Hong Kong tenaga kerja Indonesia saat ini sudah berjumlah lebih dari 150 ribu orang. Sekarang, bahkan sudah lebih, hampir 160 ribu. Sementara, jumlah TKA (tenaga kerja asing) China di sini sampai akhir 2017 sekitar 24 ribuan. Jadi, kalau saya bilang bukan China yang serang kita, tapi kita yang serang China,” ucapnya.

Menurut Hanief pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla telah mewujudkan janjinya yakni 10 juta lapangan kerja dalam lima tahun.

“Pak Jokowi-JK kan janji 10 juta lapangan kerja selama 5 tahun. Artinya 10 juta dibagi 5 tahun berapa? 2 juta per tahun. Sedangkan data penempatan tenaga kerja kita di tahun 2014 berhasil ciptakan 2,6 juta, tahun 2015 2,8 juta, 2016 2,4 juta, dan tahun 2017 2,6 juta lapangan kerja. “ujarnya Hanif dalam diskusi di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (23/4).

Lebih lanjut, dia meminta jika menemukan masalah terkait tenaga kerja asing agar tidak dibesar-besarkan.

“Saya minta, yang personifikasi, kasus, jangan dibesar-besarkan, jangan dianggap mewakili semua. Itu kadang mengganggu wacana publik misalnya ada yang nge-vlog di bandara ketemu 100 orang China, viral. Kita kan tidak tahu mereka kerja atau turis,” tutupnya. (sgr)

 

 

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Pastikan Program Hibah Rp 100 Juta per RW Tetap Berjalan
Dari Parung untuk Dunia: Aksi Nyata Hari Bumi 2026 yang Bangkitkan Harapan
Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong
Kota Bekasi Darurat Peredaran Obat Keras
Pencairan Dana Rp 100 Juta/RW Tunggu Audit BPK
Polda Metro Jaya Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Ketenagakerjaan
Nekat Langgar Tata Ruang, 72 Bangunan di Bekasi Timur Diratakan
Pajak Mobil Listrik di Jawa Barat Kini Bisa Tembus Jutaan

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 20:57 WIB

Pemkot Bekasi Pastikan Program Hibah Rp 100 Juta per RW Tetap Berjalan

Kamis, 23 April 2026 - 12:45 WIB

Dari Parung untuk Dunia: Aksi Nyata Hari Bumi 2026 yang Bangkitkan Harapan

Kamis, 23 April 2026 - 08:18 WIB

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong

Rabu, 22 April 2026 - 21:09 WIB

Pencairan Dana Rp 100 Juta/RW Tunggu Audit BPK

Rabu, 22 April 2026 - 19:05 WIB

Polda Metro Jaya Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Ketenagakerjaan

Berita Terbaru

HUKUM DAN KRIMINAL

Polisi Amankan Ribuan Obat Keras Hasil Penggerebekan di Jatisampurna

Jumat, 24 Apr 2026 - 16:52 WIB

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani

HEADLINE

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong

Kamis, 23 Apr 2026 - 08:18 WIB