BMKG: Awan Cumulonimbus Penyebab Angin Kencang di Jabodetabek

Minggu, 6 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Hujan lebat dan angin kencang

Ilustrasi: Hujan lebat dan angin kencang

KanalBekasi.com – Sejumlah wilayah di Jabodetabek dikabarkan terjadi bencana angin kencang yang mengakibatkan tumbangnya pohon dan petunjuk jalan yang mengakibatkan korban jiwa.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyebut penyebab angin kencang itu karena adanya dinamika atmosfer di Samudra Hindia wilayah Sumatera hingga Selatan Bali. Kondisi ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan sirkulasi siklonik di wilayah Jabodetabek hingga Jawa Barat.

“Berdasarkan Analisis Streamline terpantau sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Sumatera, Samudra Hindia selatan Bali, yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Jawa Barat dan Jabodetabek,” kata Guswanto Minggu (6/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisi tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di daerah konvergensi tersebut,” sambungnya.

Guswanto menyebut faktor lain yakni kondisi di wilayah Jawa Barat dan Jabodetabek yang berada pada kategori labilitas kuat. Kondisi itu dipicu adanya awan konvektif seperti jenis Cumulonimbus yang bergerak dari wilayah Banten mengarah ke Jabodetabek.

“Jadi pantauan citra radar dan citra satelit, kejadian angin kencang di wilayah Jabodetabek tersebut dipicu oleh sistem awan konvektif seperti jenis Cumulonimbus (Cb) yang bergerak dari wilayah barat Banten ke arah timur menuju wilayah Jabodetabek dengan dimensi sistem awan yang memanjang dari utara ke selatan,” ucapnya.

Awan itu menimbulkan hembusan angin yang cukup kencang hingga menyebabkan hujan di wilayah Banten dan Jabodetabek.

“Awan konvektif ini bergerak dari arah barat , selain menimbulkan hembusan angin yang cukup kencang, juga menyebabkan terjadinya hujan di wilayah Banten dan Jabodetabek dengan durasi yang beragam ringan hingga lebat dalam durasi singkat seperti yang terlihat dari citra radar cuaca,” ujarnya.

Berikut lengkap data angin Sabtu 5 Maret 2022:

Data Angin 5 Maret 2022
– AAWS Dramaga
12.30 WIB = 50,1 km/jam arah barat
12.40 WIB = 48,6 km/jam arah barat
12.50 WIB = 46,0 km/jam arah barat
13.00 WIB = 41,0 km/jam arah barat

– Stasiun Klimatologi Bogor
12.33 WIB = 48,2 km/jam arah barat

Kota Depok :
– AWS UI
12.00 WIB = 20,2 km/jam arah barat daya
12.10 WIB = 17,3 km/jam arah barat daya
12.20 WIB = 16,2 km/jam arah barat daya
12.30 WIB = 14,0 km/jam arah barat daya

Kota Bekasi :
-AWS GI Jatirangon
12.50 WIB = 47,5 km/jam arah barat

Kab. Majalengka
– Stasiun Meteorologi Jatiwangi
16.00 WIB = 27,8 km/jam arah barat laut

– AWS Stamet Jatiwangi
16.00 WIB = 40 km/jam arah barat
16.10 WIB = 32,4 km/jam arah barat

– Stasiun Meteorologi Kertajati
16.30 WIB = 61,1 km/jam arah barat laut

Kab. dan Kota Cirebon
– Pos Meteorologi Penggung Cirebon
16.55 WIB = 38,9 km/jam arah barat

– AAWS Lemah Abang
16.40 WIB = 30,6 km/jam arah selatan
16.50 WIB = 24,1 km/jam arah barat
17.00 WIB = 27,4 km/jam arah tenggara

(sgr)

Berita Terkait

Tak Perlu KTP, Bayar Pajak Kendaraan di Kota Bekasi Kini Lebih Praktis
UU PPRT Mewajibkan ART Masuk Kepesertaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
Dari Parung untuk Dunia: Aksi Nyata Hari Bumi 2026 yang Bangkitkan Harapan
Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Knalpot Brong
Polda Metro Jaya Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Ketenagakerjaan
Nekat Langgar Tata Ruang, 72 Bangunan di Bekasi Timur Diratakan
Pajak Mobil Listrik di Jawa Barat Kini Bisa Tembus Jutaan
Polisi Bongkar Trik Licik Peredaran Tramadol di Bekasi Timur–Rawalumbu
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:49 WIB

Tak Perlu KTP, Bayar Pajak Kendaraan di Kota Bekasi Kini Lebih Praktis

Jumat, 24 April 2026 - 16:09 WIB

UU PPRT Mewajibkan ART Masuk Kepesertaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Kamis, 23 April 2026 - 12:45 WIB

Dari Parung untuk Dunia: Aksi Nyata Hari Bumi 2026 yang Bangkitkan Harapan

Rabu, 22 April 2026 - 19:05 WIB

Polda Metro Jaya Serap Aspirasi Buruh Lewat Dialog Ketenagakerjaan

Rabu, 22 April 2026 - 14:57 WIB

Nekat Langgar Tata Ruang, 72 Bangunan di Bekasi Timur Diratakan

Berita Terbaru

HUKUM DAN KRIMINAL

Polisi Amankan Ribuan Obat Keras Hasil Penggerebekan di Jatisampurna

Jumat, 24 Apr 2026 - 16:52 WIB