KanalBekasi.com – Inflasi Jawa Barat 2018 tercatat mencapai 4,54 persen atau di atas inflasi nasional yang hanya sebesar 3,13 persen. Hal ini disebabkan harga beras yang masih tinggi di Jawa Barat.
Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan gerakan stabilisasi khususnya beras harus digencarkan agar harga beras semakin stabil.
Menurutnya beras menjadi komoditas yang mendorong inflasi tinggi di Jawa Barat. Bahkan menurutnya, berdasarkan survei oleh Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) Jabar, harga beras di wilayah Jabar dijual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk diketahui HET beras medium adalah Rp 9.450 dan beras premium seharga Rp 12.800 perkilogramnya. Kondisi ini tentunya memberikan andil inflasi Jabar yang ternyata hingga akhir tahun masih lebih tinggi dari nasional.
Beberapa waktu lalu, Iwa mengatakan akan menempuh berbagai upaya agar tahun ini inflasi di Jabar bisa lebih ditekan. Misalnya memperbaiki sitem distribusi komoditas beras dari petani hingga konsumen.
“Sinergi antara pihak terkait juga semakin penting. Terlebih ada anomali cuaca yang membuat panen akan mundur. Jadi stok harus disiapkan agar harga stabil,” tegasnya, Senin(7/1)
Ia menambahkan produksi juga harus ditingkatkan dengan meningkatkan kualitasnya. Sebab luas tanam padi akhir tahun 2018 ternyata tidak mencapai target, sehingga dikhawatirkan produksi turun.(sgr)








































