KanalBekasi.com – Pemerintah Kota Bekasi mengkonfirmasi lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi dalam dua minggu terakhir. Kasus kematian tertinggi mencapai angka 118 orang pada, Selasa (6/7) lalu.
Co-Inisiator LaporCovid-19 Ahmad Arif dalam konferensi pers daring mengatakan berdasarkan catatan tim koalisi warga pemantau wabah LaporCovid-19, menjadi kota dengan kasus pasien Covid-19 meninggal saat isolasi mandiri (isoman) yang tertinggi dibandingkan puluhan kota dan kabupaten di Indonesia.
“Ada sebanyak 81 pasien Covid-19 isoman meninggal di Bekasi hingga Senin,(12/7) kemarin, ” katanya, Selasa (13/7)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: TPU Pedurenan Sudah Makamkan 2.300 Jenazah Covid-19
Ahmad mengatakan berdasarkan data sementara yang ditemukan sampai terdapat 451 pasien isoman yang terlacak dan terlaporkan meninggal di berbagai daerah di Indonesia.
Angka tersebut berasal dari 12 provinsi dan 62 kabupaten atau kota. Data ini diperoleh LaporCovid-19 dari laporan warga melalui sistem pelaporan online juga pemberitaan media yang sudah terverifikasi. Menurutnya dari jumlah tersebut belum semuanya terlaporkan.
“Sebagian pasien isoman meninggal karena terlambat dibawa ke rumah sakit, terlebih kamar rumah sakit sudah penuh. Sedangkan sebagian yang lain menghindari rumah sakit karena takut dicovidkan, ” tuturnya
Berdasarkan temuan di lapangan pasien yang tidak mau ke RS, karena takut diCovidkan, beberapa daerah di Jatim menyebutnya sakit biasa, mereka denial covid kemudian terlambat diperiksa.
Ia juga menyarankan pemerintah untuk memperbanyak tempat isolasi terpusat, mengoptimalkan konsultasi daring, meningkatkan pendataan, serta menggencarkan edukasi agar masyarakat paham betul risikonya.
“Lapor Covid-19 juga mengusulkan agar semua orang harus dilibatkan sampai ke unit terkecil seperti satuan tugas desa, RT, RW, untuk memantau pasien Covid-19 yang isoman, “pungkasnya.(sgr)








































